Skwnews Skwslot Berita Bola Terkini

#SKWNEWS   skwslot

Mbappe Yakin Ballon d’Or Akan Menilai Kilau Individunya

 

Skwnews Kylian Mbappe terus menyuarakan keyakinannya untuk meraih Ballon d’Or, dengan menempatkan performa individu sebagai dasar utama penilaiannya. Penyerang timnas Prancis dan Real Madrid itu menegaskan pada Selasa bahwa ia percaya diri dapat memenangkan penghargaan bergengsi tersebut, meski musim terakhirnya tidak diakhiri dengan gelar bersama klub maupun tim nasional.

Pemain berusia 27 tahun itu datang ke persaingan Ballon d’Or dengan catatan produktivitas yang menonjol di sejumlah kompetisi terbesar. Mbappe menjadi pencetak gol terbanyak di Piala Dunia pada musim panas lalu. Pada musim sebelumnya, ia juga tampil sebagai pencetak gol terbanyak di Liga Champions dan La Liga. Rangkaian statistik tersebut menjadi landasan bagi keyakinannya bahwa tahun ini dapat menjadi momen yang baik dalam perburuan penghargaan individu.

Dalam wawancara dengan RFI, Mbappe menekankan bahwa Ballon d’Or pada akhirnya diberikan kepada seorang pemain, bukan kepada sebuah tim. Pernyataannya itu muncul di tengah persaingan yang turut diwarnai oleh sejumlah kandidat yang mengoleksi kesuksesan bersama klub atau tim nasional sepanjang 2026.

“”Mereka tidak akan mengumumkan sebuah tim dari dalam amplop itu, mereka akan mengumumkan seorang pemain,”” kata Mbappe kepada RFI.

Ia kemudian menjelaskan pandangannya mengenai elemen yang menurutnya paling diperhatikan dalam penghargaan seperti Ballon d’Or. Bagi Mbappe, kemampuan seorang pemain untuk tampil menonjol dan menciptakan momen yang berkesan memiliki bobot besar ketika para penilai menentukan pilihan.

“”Kemampuan untuk tampil secara individu dan menciptakan momen-momen memukau—itulah hal yang paling diperhatikan orang untuk penghargaan seperti ini,”” ujarnya.

Keyakinan Mbappe didukung oleh angka-angka yang ia bukukan sepanjang musim lalu dan pada Piala Dunia. Mantan pemain Monaco dan Paris Saint-Germain itu mencetak 25 gol di La Liga musim lalu. Ia juga membukukan 15 gol di Liga Champions, sebelum menambah 10 gol di Piala Dunia. Catatan tersebut menempatkannya sebagai pencetak gol terbanyak di tiga kompetisi besar yang menjadi sorotan dalam penilaian musimnya.

Produktivitas Mbappe di Piala Dunia turut membawa pencapaian pribadi lain. Dengan total 22 gol, ia menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Piala Dunia. Rekor itu menambah kekuatan profil individunya dalam persaingan Ballon d’Or, terutama karena ia mampu mempertahankan ketajaman di panggung klub dan internasional.

Mbappe sendiri menilai kombinasi dari pencapaian-pencapaian itu membuka peluang yang nyata baginya. Ia tidak menutupi optimisme bahwa torehan gol di berbagai kompetisi terbesar dapat mengantarkannya kepada penghargaan tersebut.

“”Saya menjadi pencetak gol terbanyak di semua kompetisi terbesar dan menurut saya ini bisa menjadi tahun yang baik bagi saya; saya benar-benar merasakannya,”” kata Mbappe.

Namun, perjalanan Mbappe pada musim terakhir juga memperlihatkan perbedaan antara keberhasilan individual dan hasil kolektif. Bersama timnas Prancis, ia tidak meraih gelar setelah Prancis kalah di semifinal Piala Dunia. Di level klub, Real Madrid mengakhiri La Liga sebagai runner-up dan kemudian tersingkir dari Liga Champions oleh Bayern Munich pada perempat final.

Tidak adanya trofi bersama Prancis maupun Real Madrid menjadi konteks penting dalam persaingan Ballon d’Or tahun ini. Sejumlah pesaing Mbappe datang dengan modal gelar pada 2026. Lamine Yamal dan Ferran Torres, misalnya, menjuarai La Liga bersama Barcelona serta memenangi Piala Dunia. Keberhasilan tersebut memberi keduanya pencapaian bersama klub dan tim nasional dalam periode yang sama.

Dari Paris Saint-Germain, Ousmane Dembele dan Khvicha Kvaratskhelia juga memasuki persaingan setelah membantu PSG menjuarai Ligue 1 dan Liga Champions. Sementara itu, Harry Kane memiliki pencapaian kolektif melalui gelar Bundesliga bersama Bayern Munich. Daftar kandidat tersebut memperlihatkan ketatnya kompetisi antara pemain dengan pencapaian pribadi yang kuat dan pemain yang membawa pulang gelar bersama tim mereka.

Mbappe, sebaliknya, secara terbuka mengarahkan perhatian pada dampak personalnya di lapangan. Pernyataannya kepada RFI menegaskan cara pandangnya bahwa Ballon d’Or seharusnya menilai pemain yang mampu tampil menentukan, menghasilkan gol, dan menciptakan momen-momen yang memukau. Dengan 25 gol di La Liga, 15 gol di Liga Champions, dan 10 gol di Piala Dunia, ia memiliki angka yang dijadikan pijakan untuk mendukung klaim tersebut.

Perebutan Ballon d’Or pun akan mempertemukan dua ukuran pencapaian yang terlihat dalam kandidat-kandidat utama: konsistensi individu di kompetisi besar dan keberhasilan mengangkat trofi bersama klub atau tim nasional. Mbappe memasuki penentuan dengan keyakinan bahwa statusnya sebagai pencetak gol terbanyak di Piala Dunia, Liga Champions, dan La Liga dapat menjadi pembeda.

Upacara Ballon d’Or dijadwalkan berlangsung di London pada 26 Oktober. Pada malam itu, keyakinan Mbappe terhadap nilai performa individunya akan diuji dalam persaingan dengan para pemain yang juga memiliki catatan keberhasilan kuat sepanjang 2026.

HOT NEWS

TRENDING

Lima Gol, Delapan Drama: Manchester City Rebut Puncak Liga Usai Menundukkan Sunderland

Villa Menang 3-2, Tottenham Kian Terbenam Meski Bangkit Terlambat

Brighton Hentikan Start Sempurna Arsenal dengan Kemenangan Telak 3-0 di Amex

Brighton Menggila, Coventry Tak Berdaya dan Terbenam di Dasar Klasemen

Barcelona Bertahan dari Kebangkitan Levante, Dua Gol Yamal dan Aksi Adeyemi Mengunci…

Scroll to Top