Skwnews Skwslot Berita Bola Terkini

#SKWNEWS   skwslot

Brendan Rodgers Resmi Nahkodai Al Qadsiah: Tujuh Pekan Usai Tinggalkan Celtic, Proyek Ambisius Saudi Menanti

 

SKWNEWS Brendan Rodgers memulai babak baru dalam karier kepelatihannya dengan resmi bergabung sebagai pelatih kepala Al Qadsiah, klub Liga Pro Saudi yang tengah menanjak, hanya tujuh minggu setelah ia mundur dari Celtic. Keputusan ini menandai kembalinya manajer asal Irlandia Utara berusia 52 tahun itu ke kancah sepak bola internasional dalam tempo singkat, sekaligus menambah deretan pelatih top Eropa yang merapat ke kompetisi Saudi dalam beberapa musim terakhir. Al Qadsiah, yang kini bercokol di peringkat kelima liga, baru saja berpisah dengan Michel Gonzalez pada hari Minggu dan bergerak cepat mengamankan sosok berpengalaman untuk menjaga momentum tim di paruh musim yang krusial.

Kepindahan Rodgers terjadi setelah kepergiannya dari Glasgow yang diwarnai tensi. Pada akhir Oktober, ia meninggalkan Celtic dengan situasi kurang harmonis setelah melontarkan kritik terhadap dewan direksi dan strategi perekrutan pemain pada bursa transfer. Pernyataannya memicu respons keras dari pemegang saham utama The Hoops, Dermot Desmond, yang menyebut komentar sang pelatih “memecah belah, menyesatkan, dan mementingkan diri sendiri”. Meski meninggalkan jejak polemik, kiprah Rodgers di Skotlandia tidak bisa dipandang sebelah mata; dalam dua periode bersama Celtic, ia meraup empat gelar liga, tiga Piala Skotlandia, dan empat Piala Liga, menegaskan kapasitasnya membangun tim yang dominan dalam jangka panjang.

Di Arab Saudi, Rodgers direkrut oleh James Bisgrove—mantan CEO Rangers yang kini memegang peran serupa di Al Qadsiah. Hubungan profesional yang terjalin di ekosistem sepak bola Skotlandia sebelumnya tampak menjadi penghubung penting dalam proses negosiasi, dan Bisgrove menyebut kedatangan Rodgers sebagai momen penting bagi klub. Bagi Al Qadsiah, perekrutan ini menandai ambisi untuk meneguhkan posisi di papan atas dan memperkuat fondasi tim menghadapi persaingan ketat di putaran kedua. Klub memastikan Rodgers memimpin hingga jendela transfer Januari, saat mereka diperkirakan akan berupaya menambah kedalaman skuad untuk mempertahankan konsistensi hasil dan meningkatkan kualitas di sektor-sektor kunci. Dalam komposisi tim saat ini, Al Qadsiah sudah memiliki nama-nama berprofil tinggi seperti penyerang internasional Italia Mateo Retegui dan mantan bek Real Madrid, Nacho Fernandez—dua figur yang memberi gambaran jelas tentang level proyek yang sedang dibangun.

Portofolio Rodgers di Inggris dan Skotlandia menjadi modal utama yang dibawa ke Timur Tengah. Bersama Liverpool, ia nyaris menuntaskan misi gelar Liga Primer pada musim 2013–2014 ketika The Reds finis sebagai runner-up dalam persaingan yang sengit. Di Leicester City, ia menjejakkan prestasi historis dengan meraih Piala FA 2021, mempersembahkan trofi bergengsi yang menguatkan reputasinya sebagai pelatih yang mampu memadukan identitas permainan dan hasil. Gaya kepelatihan Rodgers dikenal bertumpu pada dominasi penguasaan bola, struktur pressing terarah, serta pengembangan individu yang cermat—karakteristik yang bila diterapkan dengan tepat dapat memberi nilai tambah signifikan pada dinamika permainan Al Qadsiah.

Kedatangan Rodgers juga memberi sinyal keterpaduan proyek antara manajemen dan pelatih. Dengan Bisgrove berada di pucuk pimpinan operasional klub, dukungan struktural bagi kebutuhan teknis pelatih diharapkan hadir secara konkret pada periode rekrutmen mendatang. Target jangka pendeknya jelas: menjaga stabilitas performa, menyegarkan ide permainan, dan memaksimalkan kualitas inti skuad. Dalam jangka menengah, penataan ulang identitas taktikal dan penambahan elemen kompetitif di semua lini akan menjadi batu uji, terutama di liga yang semakin kompetitif seiring derasnya arus talenta dari Eropa dan Amerika Selatan menuju Saudi.

Dampak kepergian Rodgers dari Celtic masih terasa di Skotlandia. Martin O’Neill sempat menstabilkan tim untuk sementara, namun estafet ke pelatih baru asal Prancis, Wilfried Nancy, belum berjalan mulus dengan tiga kekalahan beruntun di awal masa tugasnya. Kontras ini kian menyorotkan sorotan pada efektivitas transisi kepelatihan dan pentingnya kesinambungan visi klub—sebuah pelajaran yang tampaknya diantisipasi betul oleh Al Qadsiah melalui penunjukan manajer yang berpengalaman mengelola fase perubahan.

Bagi Rodgers, tantangan di Liga Pro Saudi menawarkan kombinasi unik antara ekspektasi tinggi, dinamika skuad bertabur pemain berpengalaman, dan peluang melakukan pembuktian di panggung yang kian mendapat atensi global. Bagi Al Qadsiah, ini adalah investasi kepercayaan pada seorang arsitek permainan yang rekam jejaknya menunjukkan kemampuan mengangkat standar, merapikan detail, dan mengekstraksi performa terbaik dari grup pemain yang beragam. Dengan jendela transfer Januari di depan mata dan paruh musim yang menentukan menanti, kolaborasi baru ini akan segera diuji: bagaimana cepatnya ide Rodgers diterjemahkan di lapangan, seberapa solid dukungan manajemen dalam penguatan skuad, dan seberapa jauh Al Qadsiah bisa melangkah di tengah kompetisi yang tidak lagi hanya soal nama besar, melainkan tentang konsistensi, struktur, dan keberanian mengambil keputusan.

HOT NEWS

TRENDING

Panggung Penebusan di Camp Nou: Barcelona Libas Levante 3-0, Tahta La Liga…

Mac Allister Selamatkan Liverpool, Forest Kian Terhimpit di Tepi Zona Degradasi

FIFA Siapkan ‘Hukum Prestianni’: Aturan Anti-Rasisme yang Melarang Pemain Menutupi Mulut Saat…

Brace Patrik Schick Bungkam Piraeus: Leverkusen Curi Kemenangan Bersejarah 2-0 atas Olympiacos

Laga Playoff Liga Champions : Laga Penuh Drama, Atletico Dipaksa Bermain Imbang…

Scroll to Top