Skwnews Skwslot Berita Bola Terkini

#SKWNEWS   skwslot

Dari Gugup ke Gemuruh: Maroko Taklukkan Komoro 2-0 di Laga Pembuka Piala Afrika

 

SKWNEWS – Tuan rumah Piala Afrika, Maroko, akhirnya bernapas lega setelah menaklukkan Komoro 2-0 di pertandingan pembuka turnamen pada Minggu, dalam sebuah malam yang berawal menegangkan namun berakhir meyakinkan berkat gol Brahim Diaz dan Ayoub El Kaabi di babak kedua. Menguasai jalannya permainan sejak sepak mula, Maroko memperlihatkan dominasi penguasaan bola dan intensitas tekanan, tetapi justru harus menanggung rasa frustasi panjang hingga turun minum setelah peluang-peluang emas—termasuk penalti—gagal berbuah gol. Pada akhirnya, kualitas dan kedalaman skuat tuan rumah menjadi pembeda, memecah kebuntuan lewat aksi cerdas di sisi sayap dan penyelesaian klinis yang datang ketika ketegangan hampir mencapai pucuknya.

Pertandingan sebenarnya bisa bergulir jauh lebih tenang bagi Maroko seandainya kesempatan dari titik putih pada menit ke-11 dimaksimalkan. Wasit menunjuk penalti setelah Brahim Diaz dilanggar Iyad Mohamed di dalam kotak. Soufiane Rahimi maju sebagai eksekutor dan memilih menembak lurus ke tengah, tetapi penjaga gawang Komoro, Yannick Pandor, membaca arah dengan cermat; bola mengenai lututnya dan memantul menjauh—sebuah momen yang langsung mengubah suasana stadion dari sorak-sorai menjadi gumam tak percaya. Usai kegagalan penalti itu, Maroko terus mengirim gelombang serangan dari berbagai kanal. Umpan-umpan diagonal cepat, tusukan antar lini, dan umpan-umpan tarik dari sisi sayap berulang kali memaksa Komoro bertahan rapat. Namun barisan belakang tim tamu tampil disiplin, mengawal area berbahaya dan menjaga jarak antarlini agar tidak mudah ditembus, sementara Pandor berkali-kali berdiri sebagai pagar terakhir yang kokoh.

Seiring berjalannya waktu, ekspektasi besar sebagai tuan rumah terasa kian berat di pundak para pemain Maroko. Irama permainan tetap dikuasai Fennec—dengan pergerakan cerdas dari pemain-pemain kreatif—tetapi sentuhan akhir tak kunjung tiba. Komoro, yang pada awalnya tampak nyaman menahan arus, mulai percaya diri melakukan transisi cepat ketika merebut bola, walau peluang bersih nyaris nihil di babak pertama. Ketegangan kian memuncak ketika kapten Romain Saiss harus ditarik keluar pada menit ke-18. Ia tertatih meninggalkan lapangan dengan air mata, momen yang memantik kecemasan di kubu tuan rumah mengingat bek tengah tersebut sempat absen panjang pada paruh pertama tahun ini akibat operasi pergelangan kaki dan baru bulan lalu kembali ke tim nasional setelah jeda setahun.

Memasuki babak kedua, Maroko meningkatkan tempo sekaligus memperbaiki detail kecil yang sebelumnya mengganjal. Pergerakan full-back menjadi lebih agresif dan terkoordinasi, area antar lini coba dibuka melalui kombinasi one-two dan variasi lebar ke tengah. Gol yang dinanti pun datang pada menit ke-55. Dari situasi yang terlihat seperti akan menjadi goal kick, Noussair Mazraoui dengan kecerdikan menahan bola agar tidak keluar lapangan, lalu mengirim umpan matang ke area berbahaya. Brahim Diaz menyambutnya tanpa banyak basa-basi, mengarahkan sepakan kaki bagian dalam yang terukur, menaklukkan Pandor dan memecah kebuntuan. Stadion bergemuruh, dan beban di bahu para pemain tampak luruh seketika.

Komoro sempat bereaksi cepat empat menit setelah gol tersebut. Dalam peluang pertama mereka yang benar-benar bersih sepanjang laga, Rafiki Said lolos dan melepaskan tembakan tepat sasaran. Namun Yassine Bounou berdiri di tempat yang tepat, mengamankan bola dan menutup kemungkinan terjadinya penyamaan kedudukan yang bisa mengubah arah pertandingan. Setelah ancaman itu, Maroko kembali memasang kuda-kuda di sepertiga akhir lapangan, memaksa Komoro bertahan semakin dalam. Walid Regragui lalu memasukkan Ayoub El Kaabi untuk menambah tenaga segar dan variasi ancaman di kotak penalti. Keputusan itu terbukti jitu. Sepuluh menit setelah masuk, pada menit ke-74, El Kaabi mengeksekusi tendangan salto khasnya—sebuah penyelesaian akrobatik yang memanfaatkan momentum dan penempatan posisi sempurna—untuk menggandakan keunggulan dan meredakan ketegangan yang sempat menyelimuti tribun.

Di sisa waktu, Komoro mulai kehabisan tenaga dan jarak antarpemain kian renggang, tetapi Pandor tetap tampil heroik, mencatat beberapa penyelamatan penting yang menjaga skor tetap terhormat. Maroko, di sisi lain, bermain lebih pragmatis setelah unggul dua gol, merawat penguasaan bola, dan menekan hanya ketika peluang terbuka lebar. Ketika peluit panjang berbunyi, skor 2-0 tidak hanya mencerminkan dominasi tuan rumah, tetapi juga keteguhan mereka untuk tetap tenang setelah awal yang berat dan sebuah penalti yang gagal.

“Pertandingan pembuka selalu sulit, tetapi kami bermain bagus di babak kedua,” ujar pelatih Maroko, Walid Regragui, usai laga. Ucapan itu merangkum dengan tepat malam yang berawal dari kegugupan, lalu beralih menjadi pertunjukan kedewasaan taktikal. Kemenangan ini juga memperpanjang rekor kemenangan beruntun tim nasional Maroko menjadi 19 laga—sebuah rentang mengesankan yang pada Oktober lalu sudah melampaui rekor terbaik sebelumnya, 15 kemenangan milik Spanyol pada musim 2008-09.

Meski tiga poin telah diraih, ada catatan yang tak bisa diabaikan: kondisi Romain Saiss akan menjadi perhatian serius mengingat perannya sebagai pemimpin di jantung pertahanan dan riwayat cederanya dalam setahun terakhir. Dengan turnamen yang padat dan intens, kedalaman skuat akan kembali diuji, dan keputusan medis dalam beberapa hari ke depan bisa berpengaruh terhadap dinamika tim di laga-laga berikutnya.

Untuk Komoro, kekalahan ini tetap menyuguhkan sejumlah hal positif. Struktur bertahan mereka pada babak pertama menunjukkan disiplin dan organisasi yang patut diapresiasi, sementara penampilan brilian Yannick Pandor memberi keyakinan bahwa mereka mampu bersaing dan membuat repot lawan-lawan berikutnya. Namun, di panggung seperti Piala Afrika, efektivitas di momen-momen krusial—seperti peluang Rafiki Said—sering kali menjadi garis tipis pemisah antara satu poin dan tangan hampa.

Turnamen kini bergerak ke hari kedua dengan partai Grup A lainnya mempertemukan Mali dan Zambia di Casablanca pada Senin, sementara di Grup B akan tersaji Angola melawan Afrika Selatan di Marrakech dan duel Mesir kontra Zimbabwe di Agadir. Bagi Maroko, start yang sedikit bergelombang namun tetap berbuah kemenangan ini adalah fondasi penting untuk melangkah lebih jauh. Mereka telah menunjukkan bahwa tekanan dapat diolah menjadi energi, bahwa dominasi bisa berubah menjadi efektivitas, dan bahwa ketika peluang datang kedua kalinya, mereka tahu cara memastikan hasil. Di kandang sendiri dan di hadapan publik yang haus akan pencapaian, sinyalnya jelas: tuan rumah siap memeluk tantangan hingga tuntas.

HOT NEWS

TRENDING

Panggung Penebusan di Camp Nou: Barcelona Libas Levante 3-0, Tahta La Liga…

Mac Allister Selamatkan Liverpool, Forest Kian Terhimpit di Tepi Zona Degradasi

FIFA Siapkan ‘Hukum Prestianni’: Aturan Anti-Rasisme yang Melarang Pemain Menutupi Mulut Saat…

Brace Patrik Schick Bungkam Piraeus: Leverkusen Curi Kemenangan Bersejarah 2-0 atas Olympiacos

Laga Playoff Liga Champions : Laga Penuh Drama, Atletico Dipaksa Bermain Imbang…

Scroll to Top