Skwnews Skwslot Berita Bola Terkini

#SKWNEWS   skwslot

Gol Waktu Tambahan Mohamed Salah Selamatkan Mesir dari Kejutan Zimbabwe

 

SKWNEWS Mohamed Salah menjadi penentu nasib Mesir di laga pembuka Grup B Piala Afrika di Agadir, Senin malam, ketika golnya pada waktu tambahan memastikan kemenangan 2-1 atas Zimbabwe dalam pertandingan yang menegangkan. Sang bintang, yang datang ke turnamen dengan bayang-bayang isu di level klub, menutup malam penuh drama dengan penyelesaian klinis yang melewati kiper veteran Zimbabwe, Washington Arubi, sekaligus menghindarkan timnya dari kehilangan poin pada pertandingan yang seharusnya bisa mereka kuasai.

Mesir, sang juara tujuh kali, memulai laga dengan intensitas tinggi, menekan sejak menit awal dan memaksa seluruh pemain Zimbabwe mundur rapat di sepertiga pertahanan. Salah langsung mengambil peran sentral, mengirimkan umpan-umpan silang berbahaya dan mencoba menusuk dari sayap kanan, tetapi beberapa percobaan awalnya dipatahkan barisan belakang Warriors. Di tengah kepungan serangan Firaun, justru Zimbabwe yang membungkam kerumunan di menit ke-20. Emmanuel Jalai melepaskan umpan silang yang cermat ke area berbahaya; Prince Dube lebih sigap memenangi bola, berbalik badan, lalu melepaskan tembakan rendah yang melewati jangkauan Mohamed El Shenawy ke sudut gawang, memberikan keunggulan mengejutkan bagi tim yang berperingkat jauh di bawah Mesir.

Gol tersebut mengubah ritme pertandingan. Mesir tetap mendominasi bola tetapi mulai digerogoti rasa frustrasi, terlebih ketika bola liar sempat bergulir mengancam di area enam yard mereka sebelum El Shenawy mengamankannya. Omar Marmoush, yang menjadi salah satu sumber mobilitas di lini depan, sempat memberi secercah harapan saat ia lolos dari jebakan offside, namun Arubi dengan berani keluar dari gawang untuk memenangi duel dan menepis bahaya. Menjelang turun minum, Marmoush kembali menguji Arubi dengan tembakan jarak jauh yang memaksa kiper berusia 40 tahun itu melakukan penyelamatan ujung jari yang impresif. Kekesalan di kubu Mesir kian terasa; Mahmoud ‘Trezeguet’ Hassan diganjar kartu kuning karena diving di kotak penalti, sementara beberapa peluang Salah di masa tambahan babak pertama kembali diblok pertahanan rapat Zimbabwe.

Babak kedua berjalan dengan pola yang serupa: tekanan tanpa henti dari Mesir, disiplin bertahan dari Zimbabwe, dan Arubi yang terus menjadi tembok terakhir. Rangkaian peluang nyaris selalu berakhir di kaki bek atau tangan kiper, hingga pada menit ke-63 kebuntuan akhirnya pecah. Marmoush menemukan ruang di celah pertahanan, menerima umpan terobosan, berlari menyisir sisi pertahanan, lalu melepaskan tembakan dari sudut sempit yang menembus gawang. Penyamaan kedudukan itu melegakan, tetapi tidak sekaligus melenyapkan kecemasan, karena Zimbabwe tetap berbahaya memanfaatkan sisa-sisa transisi cepat.

Salah, yang sepanjang laga terus bergerak mencari celah dan menarik lipatan pertahanan lawan, sebetulnya berpeluang membawa Mesir berbalik unggul 12 menit sebelum waktu normal berakhir. Berhadapan satu lawan satu dengan bek, ia memilih menembak cepat, tetapi bola melambung tinggi di atas mistar. Tim asuhan Hossam Hassan terus mengepung, mengalirkan bola dari sisi ke sisi, mencoba memecah blok rendah Warriors yang bertahan dengan gigih, sementara setiap sapuan Zimbabwe memancing desah lega dari kubu lawan dan helaan napas kecewa dari para pendukung Mesir.

Ketegangan akhirnya pecah pada waktu tambahan. Serangan beruntun Mesir memaksa kemelut di kotak penalti Zimbabwe; bola liar memantul ke area yang tepat untuk Salah. Tanpa ragu, ia melepaskan tembakan akurat ke pojok gawang, menaklukkan Arubi yang sepanjang laga tampil heroik. Gol itu mengubah malam yang muram menjadi euforia, sekaligus merangkum kualitas yang membedakan seorang penentu laga: ketenangan pada momen paling krusial.

Di balik panggung, narasi Salah di level klub menambah bobot emosional malam ini. Datang ke Maroko setelah lima pertandingan beruntun tanpa menjadi starter di Liverpool dan hubungan yang memanas dengan manajer Arne Slot, sang bintang sempat menjadi sorotan karena komentar lantangnya usai laga liga melawan Leeds United. Namun, Hossam Hassan, pelatih yang juga legenda Mesir, menegaskan sebelum pertandingan bahwa fokus dan motivasi Salah tidak perlu diragukan. “Saya merasa motivasinya sangat, sangat kuat. Salah adalah ikon dan akan tetap demikian. Dia adalah salah satu pemain terbaik di dunia, dan saya mendukungnya dalam segala hal yang dia lakukan,” kata Hassan. Di lapangan, sang kapten menegaskan ucapannya.

Kemenangan ini mengangkat Mesir sejajar dengan Afrika Selatan yang lebih dulu menang 2-1 atas Angola di Marrakesh, membuat dua tim sama-sama mengantongi tiga poin setelah rangkaian pertama laga grup. Bagi Zimbabwe, performa disiplin mereka—ditopang keberanian Arubi dan efektivitas Dube—layak diapresiasi, namun kegagalan menjaga konsentrasi hingga detik-detik akhir membuat mereka harus menerima kenyataan pahit. Bagi Mesir, tiga poin ini bukan sekadar start yang diharapkan di Grup B, melainkan juga dorongan mental yang penting dalam misi memburu gelar kedelapan—ambisi besar yang sejauh ini belum berhasil diraih Salah, setelah dua kali hanya menjadi runner-up pada 2017 dan 2022. Di Agadir, pada malam yang menuntut kesabaran, presisi, dan keberanian, sang ikon menulis kalimat penutupnya sendiri.

HOT NEWS

TRENDING

Panggung Penebusan di Camp Nou: Barcelona Libas Levante 3-0, Tahta La Liga…

Mac Allister Selamatkan Liverpool, Forest Kian Terhimpit di Tepi Zona Degradasi

FIFA Siapkan ‘Hukum Prestianni’: Aturan Anti-Rasisme yang Melarang Pemain Menutupi Mulut Saat…

Brace Patrik Schick Bungkam Piraeus: Leverkusen Curi Kemenangan Bersejarah 2-0 atas Olympiacos

Laga Playoff Liga Champions : Laga Penuh Drama, Atletico Dipaksa Bermain Imbang…

Scroll to Top