Skwnews Skwslot Berita Bola Terkini

#SKWNEWS   skwslot

Xabi Alonso Tegas: Piala Dunia Harus Tetap untuk Rakyat, Bukan di Bawah Kendali Swasta

 

SKWNEWS – Manajer Chelsea, Xabi Alonso, melontarkan pernyataan tegas soal masa depan Piala Dunia FIFA di tengah wacana yang memicu perdebatan luas di dunia sepak bola. Dalam suasana tur pramusim klub London tersebut di Sydney, Alonso menegaskan bahwa sepak bola harus tetap berada di tangan banyak orang dan tidak boleh jatuh ke dalam kendali swasta. Bagi mantan juara dunia bersama Spanyol itu, esensi permainan ini terletak pada sifatnya yang terbuka, emosional, dan dekat dengan publik, bukan semata-mata pada potensi nilai bisnis yang bisa dimaksimalkan.

Komentar Alonso muncul setelah FIFA mengusulkan penjualan saham dalam operasi bisnis Piala Dunia. Usulan itu mencakup rencana pembentukan anak perusahaan komersial yang akan menjalankan ajang-ajang terbesar FIFA, sekaligus membuka peluang bagi investor swasta untuk mengakuisisi saham di perusahaan tersebut. Gagasan itu langsung memunculkan penolakan keras, terutama dari UEFA, yang menilai langkah semacam itu dapat menggeser arah sepak bola dari kepentingan olahraga menuju kepentingan komersial yang terlalu dominan.

Alonso secara terbuka mendukung sikap keras UEFA terhadap rencana tersebut. Ia menyatakan bahwa sepak bola semestinya tetap menjadi milik rakyat, bukan milik pihak swasta. Menurutnya, itulah nilai dasar yang membuat olahraga ini dicintai begitu luas. Dalam pandangannya, beberapa hal dalam sepak bola seharusnya tetap dipertahankan sebagaimana adanya, terutama ketika menyangkut turnamen sebesar Piala Dunia yang selama ini menjadi panggung emosi, gairah, dan identitas sepak bola global.

Berbicara di Sydney, tempat Chelsea menjalani rangkaian pramusim, Alonso mengatakan bahwa sepak bola harus tetap “untuk rakyat”. Ia menilai itulah hal yang selama ini disukai banyak orang dari permainan ini. Baginya, Piala Dunia telah menghadirkan banyak edisi yang hebat, dan ada nilai-nilai tertentu yang tidak seharusnya diubah. Karena itu, ia memandang penting upaya membela kepentingan yang lebih luas, bukan sekadar kepentingan bisnis.

Nada penolakan yang disampaikan Alonso selaras dengan sikap UEFA. Badan pengatur sepak bola Eropa itu bahkan menyatakan siap memboikot Piala Dunia jika usulan tersebut benar-benar dijalankan. UEFA menegaskan bahwa olahraga ini tidak bisa didikte oleh pihak-pihak yang tugas utamanya adalah memaksimalkan keuntungan finansial. Pernyataan itu memperlihatkan betapa seriusnya kekhawatiran atas kemungkinan masuknya kendali swasta ke inti pengelolaan kompetisi paling prestisius di sepak bola dunia.

Meski menghadapi tentangan keras, FIFA pada hari Jumat menegaskan akan terus melanjutkan langkah tersebut. Organisasi itu menyebut konsultasi yang dilakukan akan berlangsung secara “terbuka dan demokratis” bersama para pemangku kepentingan. FIFA juga beralasan bahwa rencana tersebut berpotensi menghimpun dana hingga 4,2 miliar dolar AS. Angka itu menunjukkan besarnya skala komersial yang dipertaruhkan, namun justru di titik itulah kekhawatiran banyak pihak semakin menguat: apakah keuntungan finansial yang besar akan mengubah watak dasar sepak bola itu sendiri.

Bagi Alonso, harapannya sangat jelas: semoga hal itu tidak terjadi. Sebagai sosok yang pernah menjadi pemain kunci saat Spanyol menjuarai Piala Dunia 2010, ia berbicara bukan hanya sebagai pelatih klub elite, tetapi juga sebagai orang yang pernah merasakan langsung makna turnamen tersebut di panggung tertinggi. Ia mengatakan bahwa perasaan umum di kalangan orang-orang sepak bola adalah keinginan agar sesuatu yang begitu besar tetap berada di tangan semua orang. Dalam kalimat yang sederhana namun kuat, ia menekankan bahwa ajang seperti Piala Dunia harus tetap menjadi milik bersama.

Alonso juga menautkan persoalan ini dengan apa yang membuat sepak bola selalu hidup di hati publik. Menurutnya, permainan ini harus tetap menarik dan autentik, sebagaimana yang selama ini diinginkan banyak orang. Dari situlah emosi dan gairah terbentuk—emosi yang terlihat di Piala Dunia, di Liga Champions, dan di Liga Premier. Semua itu, menurut Alonso, hadir karena sepak bola dirasakan sebagai sesuatu yang terbuka untuk semua orang, bukan arena tertutup yang dikendalikan kepentingan sempit.

Perdebatan mengenai rencana FIFA ini masih akan berjalan panjang. Secara formal, usulan tersebut harus mendapatkan persetujuan dari 38 anggota dewan FIFA dan mayoritas dari 211 asosiasi anggota. Artinya, jalan menuju realisasi tidaklah sederhana. Namun, kuatnya respons dari UEFA dan pernyataan tokoh-tokoh sepak bola seperti Alonso menunjukkan bahwa isu ini sudah berkembang menjadi perdebatan besar mengenai arah masa depan olahraga paling populer di dunia.

Di tengah sorotan atas komentarnya mengenai Piala Dunia, Alonso juga terus menjalani tugas barunya bersama Chelsea. Klub asal London itu memulai masa pramusim dengan kemenangan 6-4 atas Western Sydney Wanderers, sebuah laga yang menjadi pertandingan pertama Alonso sebagai pelatih Chelsea. Setelah itu, The Blues dijadwalkan menghadapi sesama tim Liga Premier Inggris, Tottenham, di Sydney pada hari Sabtu. Tur pramusim ini bukan hanya menjadi tahap awal kerja Alonso di bangku pelatih, tetapi juga momen untuk mulai membentuk identitas timnya.

Dalam konteks pembangunan skuad itulah nama Maxence Lacroix ikut menjadi sorotan. Alonso menilai bek anyar Chelsea tersebut sebagai pemain yang memiliki mentalitas pemenang dan diyakini mampu memperkuat lini pertahanan tim. Ia juga secara khusus memuji kepribadian Lacroix yang dinilainya kuat, matang, dan siap memberi dampak besar sejak awal.

Lacroix diperkenalkan sebagai pemain Chelsea pada hari Kamis setelah pindah dari Crystal Palace dalam kesepakatan yang dilaporkan bernilai 52 juta poundsterling atau sekitar 70 juta dolar AS. Bek internasional Prancis itu menandatangani kontrak berdurasi enam tahun dan akan bergabung dengan klub barunya untuk persiapan pramusim. Kedatangannya menambah daftar rekrutan Chelsea di bursa transfer musim panas yang sibuk.

Alonso mengatakan bahwa ia sudah mengenal Lacroix sejak masa mereka di Bundesliga. Dari pengamatannya, perkembangan sang pemain dan adaptasinya di Premier League berjalan dengan sangat fantastis. Ia tidak hanya menyoroti kualitas Lacroix di atas lapangan, tetapi juga kepribadian dan kepemimpinannya. Bagi Alonso, atribut-atribut itu membuat Lacroix menjadi sosok yang sangat andal dan berpotensi memberi kekuatan besar di lini belakang Chelsea.

Keyakinan Alonso terhadap bek berusia 26 tahun itu terdengar sangat jelas. Ia menyebut Lacroix sebagai pemain yang dapat memberi dampak langsung dalam tim, dan menilai transfer ini sebagai perekrutan hebat bukan hanya untuk kebutuhan saat ini, tetapi juga untuk masa depan. Penilaian itu memperlihatkan bahwa Chelsea tidak sekadar merekrut pemain untuk menambah kedalaman skuad, melainkan untuk menghadirkan figur yang dianggap cocok dengan arah tim di bawah pelatih baru.

Rekam jejak Lacroix juga mendukung optimisme tersebut. Ia mencatatkan 98 penampilan untuk Crystal Palace setelah datang dari Wolfsburg pada 2024. Selama memperkuat klub tersebut, ia memenangkan Piala FA, Liga Konferensi UEFA, dan Community Shield. Catatan itu memperkuat gambaran tentang seorang pemain yang bukan hanya berpengalaman, tetapi juga terbiasa berada dalam tim yang kompetitif dan mampu meraih trofi.

Alonso kembali menegaskan kualitas karakter Lacroix dengan menyebutnya sebagai sosok yang memiliki kepribadian kuat dan kedewasaan. Ia juga menyoroti satu hal yang sangat ia sukai dari pemain tersebut: hasrat untuk menang dan kesenangannya dalam bertahan. Bagi seorang pelatih, khususnya yang sedang membangun fondasi tim, sifat seperti itu jelas memiliki nilai penting. Seorang bek yang menikmati pekerjaannya dalam bertahan dan sekaligus membawa mentalitas pemenang tentu dianggap mampu menjadi elemen penting dalam pembentukan identitas permainan.

Lacroix sendiri menyambut kepindahan ini dengan antusias. Pemain yang telah tujuh kali membela tim nasional Prancis dan tampil untuk negaranya di Piala Dunia baru-baru ini itu mengatakan bahwa ia bangga bisa menjadi bagian dari “klub yang indah ini”. Ia juga mengungkapkan bahwa setelah berbicara dengan Alonso, ia melihat adanya arah dan keinginan yang sama untuk klub tersebut. Dalam pernyataannya, ia menegaskan ambisi yang sejalan dengan sang pelatih: mereka ingin menang.

Kedatangan Lacroix menempatkannya sebagai rekrutan terbaru Chelsea pada bursa transfer musim panas. Sebelumnya, klub itu juga membuat gebrakan lewat rekor transfer Inggris senilai 117 juta poundsterling untuk mendatangkan penyerang Aston Villa, Morgan Rogers, serta transfer 47 juta poundsterling untuk bek kanan Atalanta, Marco Palestra. Selain itu, Geovany Quenda dan Emmanuel Emegha juga telah bergabung dengan Chelsea melalui transfer yang awalnya disepakati pada 2025.

Aktivitas Chelsea di pasar transfer belum sepenuhnya berhenti. The Blues juga dikaitkan dengan striker Brighton, Danny Welbeck, serta gelandang Brentford, Jordan Henderson. Rangkaian pergerakan ini menunjukkan bahwa klub terus membangun kekuatan di berbagai lini seiring dimulainya era Alonso di Stamford Bridge.

Namun di tengah dinamika bursa transfer dan persiapan musim baru, sorotan paling kuat dari Alonso kali ini tetap datang dari pandangannya tentang sepak bola itu sendiri. Ucapannya soal Piala Dunia dan kendali swasta bukan sekadar komentar sesaat, melainkan cerminan keyakinan tentang apa yang seharusnya dijaga dalam olahraga ini. Bagi Alonso, sepak bola hidup karena kedekatannya dengan orang banyak, karena emosinya terasa milik bersama, dan karena turnamen sebesar Piala Dunia bukan hanya produk komersial, melainkan simbol yang memiliki arti besar bagi publik di seluruh dunia.

Itulah sebabnya penolakannya terhadap kemungkinan kendali swasta atas operasi bisnis Piala Dunia terdengar begitu tegas. Di satu sisi, FIFA berbicara tentang potensi dana miliaran dolar dan proses konsultasi yang terbuka. Di sisi lain, Alonso mengingatkan pada sesuatu yang lebih mendasar: bahwa ada nilai yang tidak bisa diukur hanya dengan angka. Dalam pandangannya, jika sepak bola ingin tetap memelihara daya tarik, keaslian, dan gairah yang membuatnya dicintai, maka ia harus tetap menjadi permainan untuk semua orang.

HOT NEWS

TRENDING

Newcastle Datangkan Lukas Hornicek dari Braga, Kiper Ceko Itu Teken Kontrak Lima…

Arteta Pastikan Arsenal Belum Selesai Bergerak di Bursa Transfer

Banding Tuntas, Mudryk Akhirnya Bisa Main Lagi dan Chelsea Menatap Babak Baru

Eddie Howe Tinggalkan Newcastle setelah Lima Tahun, di Tengah Musim Mengecewakan dan…

Xabi Alonso Yakin Morgan Rogers Bisa Jadi Kunci Kebangkitan Chelsea

Scroll to Top