Skwnews Skwslot Berita Bola Terkini

#SKWNEWS   skwslot

Diaz Ukir Rekor, Maroko Tundukkan Tanzania 1-0 dan Amankan Tiket Perempat Final AFCON di Rabat

SKWNEWS Brahim Diaz kembali menjadi pembeda. Penyerang Real Madrid itu mencetak gol tunggal pada menit ke-64 untuk mengantar Maroko menang 1-0 atas Tanzania di Stade El Barida, Rabat, Minggu, sekaligus memastikan tempat di perempat final Piala Afrika. Gol ini tidak sekadar menentukan hasil; ia juga memahat sejarah. Diaz kini menjadi pemain Maroko pertama yang mencetak gol dalam empat laga AFCON berturut-turut, melanjutkan catatan satu gol per pertandingan sejak fase grup.

Maroko mengawali laga sebagai favorit mutlak. Selain keuntungan bermain di kandang di hadapan hampir 70.000 pendukung, Singa Atlas juga datang dengan rentetan 22 laga tak terkalahkan di semua ajang, yang bertambah menjadi 23 usai kemenangan ini. Kekalahan terakhir mereka terjadi dari Afrika Selatan di AFCON 2024. Mereka juga unggul 101 peringkat FIFA atas Tanzania, namun dominasi di atas kertas sempat tak tercermin di menit-menit awal karena keberanian lawan menekan tinggi dan menyerang sayap.

Justru Tanzania yang memetik peluang pertama ketika laga baru berjalan tiga menit. Selemani Mwalimu melepas umpan silang tajam dari kanan, tetapi Saimon Msuva gagal menyambarnya di tiang dekat. Momen itu menjadi alarm bagi Maroko untuk segera menyesuaikan tempo. Tuan rumah lalu meningkat ritme, mengalirkan bola dengan sabar dari kaki ke kaki, memanfaatkan kombinasi di sisi kanan antara Achraf Hakimi dan Abdessamad Ezzalzouli serta pergerakan antara lini yang terus ditawarkan Diaz.

Tekanan Maroko berbuah gol pada menit ke-15, atau setidaknya demikian disangka publik Rabat. Ismael Saibari menyundul masuk umpan bola mati Ezzalzouli melewati kiper Hussein Masaranga. Euforia seketika padam ketika asisten wasit mengangkat bendera offside. Tinjauan VAR mengukuhkan keputusan tersebut; Saibari sudah terlalu jauh meninggalkan garis pertahanan lawan. Tuan rumah tak mengendur. Ayoub El Kaabi dua kali mengancam melalui sundulan—satu melambung, satu melenceng—namun juga sempat mendapat perawatan setelah benturan dengan Masaranga, sebelum keduanya melanjutkan permainan. Sementara itu, Diaz menguji peruntungan dengan tembakan dari tepi kotak penalti yang masih terlalu tinggi. Babak pertama berakhir tanpa gol meski inisiatif dan intensitas jelas milik Maroko.

Memasuki paruh kedua, tensi pertandingan kian meninggi. Ezzalzouli dan El Kaabi kembali mendapat kesempatan melalui sundulan, namun belum menemui sasaran. Dalam sebuah serangan balik langka dari Tanzania, Feisal “Fei Toto” Salum justru memperoleh peluang emas ketika berhadapan satu lawan satu dengan Yassine Bounou. Gelandang itu menembak kencang, tetapi arah bola melayang tinggi—kesempatan terbaik tim tamu yang akhirnya terbuang sia-sia. Momen tersebut seolah menyulut respons Maroko: tuan rumah menambah kecepatan sirkulasi dan variasi serangan, memaksa garis belakang Tanzania mundur semakin dalam.

Tekanan yang terus-menerus nyaris membuahkan hasil pada menit ke-60 ketika Hakimi—yang menjalani starter pertamanya di turnamen ini—melepaskan tendangan bebas melengkung dari luar kotak. Bola menghantam mistar gawang, membuat napas suporter tertahan sejenak. Empat menit kemudian, kebuntuan pecah juga. Berawal dari kombinasi di sisi kanan, Hakimi menemukan ruang untuk mengirim umpan mendatar yang cermat ke kotak kecil. Diaz, yang cerdas menempatkan posisi di celah bek tengah dan bek sayap, menyambar bola dengan tembakan sudut dari jarak dekat, menaklukkan Masaranga di tiang dekat. Stadion pun bergemuruh; rekor pribadi Diaz terpatri, dan jalur Maroko ke delapan besar terbuka lebar.

Keunggulan tak membuat Maroko larut dalam selebrasi. Mereka menjaga struktur, menekan tinggi saat kehilangan bola, dan mematikan upaya Tanzania untuk membangun momentum. Ketika tim tamu mencoba meningkatkan intensitas pada 15 menit terakhir, duet bek tengah Maroko sigap menghalau umpan-umpan silang, sementara Bounou tampil tenang dalam momen-momen set piece. Tuan rumah juga sempat mengincar gol kedua lewat transisi cepat yang digagas Diaz dan Ezzalzouli, namun sentuhan akhir belum optimal. Hingga peluit panjang, skor 1-0 bertahan, cukup untuk memantapkan langkah Singa Atlas

Kemenangan ini semakin istimewa karena menandai kembalinya Achraf Hakimi sebagai starter setelah sebelumnya hanya masuk dari bangku cadangan saat menaklukkan Zambia pada Senin lalu. Bek Paris Saint-Germain tersebut sebelumnya mengalami cedera pergelangan kaki serius saat menghadapi Bayern Munich di Liga Champions dua bulan silam. Di Rabat, ia bukan hanya memberi dorongan kecepatan dan lebar serangan, tetapi juga menyumbangkan assist untuk gol penentu—bukti bahwa ritme dan ketajamannya kembali pada momen krusial. Di sisi lain, Maroko harus tampil tanpa Azzedine Ounahi yang datang ke stadion dengan kruk dan boot medis di kaki kiri. Ketidakhadirannya diisi oleh Bilal El Khannouss, yang menawarkan dinamika berbeda di lini tengah dengan mobilitas dan umpan progresifnya.

Secara keseluruhan, performa Maroko menegaskan kematangan sebuah tim yang tahu kapan harus sabar dan kapan harus menggigit. Mereka menciptakan beberapa peluang bersih, memaksa kiper Masaranga bekerja ekstra, dan ketika jalan tampak buntu, kualitas individu menjadi pembeda. Diaz—dengan jelajah ruang di half-space dan ketenangan di kotak penalti—mencerminkan efektivitas itu. Sementara itu, fondasi organisasi tetap terjaga: pressing terstruktur, jarak antarlini rapat, dan ketahanan mental yang membuat mereka tidak panik saat peluang-peluang awal terbuang atau ketika VAR menganulir gol.

Bagi Tanzania, meski harus angkat koper, penampilan mereka menyisakan catatan positif: keberanian mengambil inisiatif di awal, disiplin blok rendah yang relatif rapi sepanjang babak pertama, serta keberhasilan menciptakan satu peluang emas di babak kedua. Namun, kesenjangan kualitas di sepertiga akhir dan kedalaman skuat membuat mereka kesulitan mempertahankan level intensitas hingga 90 menit, terlebih melawan tuan rumah yang didorong atmosfer stadion dan momentum tak terkalahkan.

Dengan hasil ini, Maroko melangkah ke perempat final dan dijadwalkan bermain pada hari Jumat melawan pemenang duel Afrika Selatan versus Kamerun yang digelar kemudian di Rabat. Siapapun lawannya, Singa Atlas membawa modal berharga: rekor 23 laga tanpa kalah, kembalinya Hakimi ke level kompetitif tertinggi, serta Brahim Diaz yang tengah berada dalam performa klinis dan baru saja menulis babak sejarah baru untuk tim nasional. Di hadapan publik sendiri, mereka tampak siap melanjutkan laju dan menguji batas ambisi di fase gugur Piala Afrika.

HOT NEWS

TRENDING

Panggung Penebusan di Camp Nou: Barcelona Libas Levante 3-0, Tahta La Liga…

Mac Allister Selamatkan Liverpool, Forest Kian Terhimpit di Tepi Zona Degradasi

FIFA Siapkan ‘Hukum Prestianni’: Aturan Anti-Rasisme yang Melarang Pemain Menutupi Mulut Saat…

Brace Patrik Schick Bungkam Piraeus: Leverkusen Curi Kemenangan Bersejarah 2-0 atas Olympiacos

Laga Playoff Liga Champions : Laga Penuh Drama, Atletico Dipaksa Bermain Imbang…

Scroll to Top