#SKWNEWS skwslot
Tuanzebe Pecahkan Kebuntuan di Babak Tambahan, Republik Demokratik Kongo Akhiri Penantian 52 Tahun untuk Kembali ke Panggung Piala Dunia
SKWNEWS – Republik Demokratik Kongo menorehkan sejarah baru dalam sepak bola Afrika pada Selasa malam mereka mengalahkan Jamaika dengan skor tipis 1-0 melalui perpanjangan waktu dalam laga play-off antarbenua yang berlangsung di Stadion Akron, dekat Guadalajara, Meksiko. Kemenangan itu bukan sekadar tiga angka biasa — ia menjadi tiket bersejarah yang mengantarkan Les Léopards embali ke pentas Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 52 tahun, mengakhiri salah satu penantian terpanjang dan paling menyiksa dalam kronik sepak bola benua hitam.
Gol tunggal yang menentukan nasib kedua tim embal dari kaki Axel Tuanzebe, bek embali milik klub Inggris Burnley yang bermain di Championship. Tepat pada menit ke-100, embal kondisi fisik dan mental kedua kubu mulai menggerus ketahanan satu sama lain, Tuanzebe muncul sebagai pahlawan tak terduga. Ia menyambar bola hasil sepak pojok yang melengkung indah dari jarak dekat di kotak enam yard, melesatkannya ke dalam gawang tanpa ampun. Gol itu seketika meledakkan bangku pemain cadangan Kongo dan membungkam ribuan embalie Jamaika yang hadir.
Perjalanan menuju momen bersejarah tersebut tidaklah mudah. Pertandingan yang dimainkan dalam cuaca panas dan lembap khas Meksiko itu berjalan lambat dan kerap stagnan, jauh dari gambaran sebuah laga penentu nasib yang biasanya sarat adrenalin. Jamaika, yang sejak awal memilih strategi embalie rapat dan bertumpu pada serangan balik, tampil disiplin di sepanjang 90 menit waktu normal. Hasilnya, kedua tim tidak mampu saling membobol gawang, dan pertandingan terpaksa berlanjut ke babak tambahan.
Sejak peluit pertama dibunyikan, Kongo sejatinya tampil lebih dominan. Tim asuhan pelatih tersebut menguasai jalannya permainan dan terus-menerus mengalirkan bola ke sepertiga akhir pertahanan lawan. Namun dominasi penguasaan bola itu kerap kali mentah di depan pertahanan Jamaika yang terorganisir dan tidak memberi ruang sembarangan. Bahkan dalam hitungan lima menit pertama, Kongo sudah nyaris unggul tatkala Cedric Bakambu — striker tajam milik klub La Liga Real Betis — berhasil menaklukkan embal dengan memasukkan bola rendah dari umpan silang Meschack Elia. Namun suka cita itu langsung terpotong oleh bendera wasit asisten yang mengangkat tanda offside.
Bakambu tetap menjadi ancaman utama dan sumber inspirasi serangan Kongo sepanjang laga. Tak lama setelah gol yang dianulir itu, ia embali mencoba peruntungan lewat sundulan melambung yang sayangnya dapat ditangkap nyaman oleh embal Jamaika, Andre Blake — salah satu embal terbaik di embali CONCACAF yang tampil gemilang malam itu. Blake berkali-kali menjadi benteng terakhir yang memupuskan harapan Kongo untuk membuka keunggulan.
Elia pun turut andil menciptakan ancaman. Pada menit ke-23, gelandang lincah tersebut melepaskan tembakan keras setelah menerima umpan dada cerdik dari Bakambu, namun bola hanya membelah sisi luar embali gawang. Sepuluh menit berselang, ia embali menerobos lewat sisi kanan pertahanan Jamaika dan memaksa Blake bekerja keras melakukan penyelamatan di dekat tiang gawangnya.
Sementara itu, Jamaika sama sekali tidak sekadar bertahan pasif. Di pertengahan babak pertama, Kasey Palmer mendapat peluang cukup menjanjikan, tetapi tembakannya yang sempat membentur badan lawan berbelok jauh dari sasaran. Itu menjadi satu-satunya momen berbahaya yang benar-benar diciptakan Jamaika sepanjang 90 menit, mencerminkan betapa strategi embalie mereka sebenarnya mengorbankan produksi serangan demi mempertahankan kebersihan gawang.
Babak kedua membuka secercah harapan bagi Kongo nyaris begitu dimulai. Menit ke-47, Bakambu melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak embali yang memaksa Blake melakukan penyelamatan memukau untuk kesekian kalinya. Namun setelah momen itu, laga embali lesu dan miskin peluang, seolah kedua tim sama-sama emba mengejar kemenangan yang tak kunjung embal.
Drama sesungguhnya mulai terasa menjelang akhir waktu normal. Menit ke-85, Kongo embali harus menahan kecewa embal gol Bakambu yang kedua kali dianulir wasit. Kali ini, Theo Bongonda yang terlibat dalam proses serangan terdeteksi berada dalam posisi offside. Dua menit kemudian, pemain pengganti Edo Kayembe mencoba mengejutkan Blake dengan tembakan jarak jauh yang keras, tetapi bola melesat sedikit di luar tiang gawang. Waktu normal pun berakhir tanpa gol, memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan.
Di sinilah babak terakhir dari drama embali malam itu akhirnya mencapai klimaksnya. Tuanzebe, yang lebih dikenal sebagai bek daripada target heading dari bola mati, justru muncul sebagai penentu. Ia hadir di tempat dan waktu yang tepat embal bola hasil sepak pojok melengkung masuk ke kotak enam yard, menerimanya, dan menceploskannya ke gawang Blake yang kali ini tak berdaya. Peluit embali wasit beberapa saat kemudian disambut luapan air mata dan kegembiraan tak terbendung dari seluruh pemain Kongo.
Kemenangan ini bukan hanya soal satu pertandingan play-off. Ia merupakan puncak dari sebuah kampanye kualifikasi yang luar biasa dan penuh kejutan. Dalam perjalanannya menuju Guadalajara, Kongo berhasil menyingkirkan dua raksasa sepak bola Afrika — Nigeria dan Kamerun — sebuah pencapaian yang sendirinya sudah layak disebut monumental. Nigeria, dengan segudang bintang berkaliber dunia, dan Kamerun yang memiliki tradisi Piala Dunia embali, keduanya tumbang di hadapan ambisi Les Léopards.
Kini, Kongo akan menghadapi kenyataan baru dan tantangan yang jauh lebih besar di Piala Dunia 2026 yang digelar embali di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Mereka masuk ke Grup K embali Portugal — tim yang diperkuat Cristiano Ronaldo dan barisan bintang Eropa kelas satu — serta Kolombia dan Uzbekistan. Bagi Kongo, setiap pertandingan di fase grup kelak akan menjadi petualangan bersejarah tersendiri.
Sebab terakhir kali nama negara ini bergema di Piala Dunia adalah pada turnamen 1974 di Jerman Barat, dan kala itu mereka tampil bukan sebagai Republik Demokratik Kongo, melainkan Zaire — nama yang dipakai semasa era kepemimpinan Mobutu Sese Seko. Di turnamen tersebut, mereka menjadi tim Afrika pertama yang lolos ke Piala Dunia era modern, namun harus mengakhiri perjalanan dengan menelan tiga kekalahan berturut-turut dari Skotlandia, Yugoslavia, dan Brasil, tanpa mencetak satu gol pun. Lebih dari setengah abad berlalu sejak saat itu, nama negara telah berganti, generasi pemain silih berganti, namun mimpi untuk embali ke panggung terbesar sepak bola dunia tak pernah padam. Dan pada malam bersejarah di Guadalajara, mimpi itu akhirnya terwujud.
-
09 Oct 2026Gelar Piala Afrika Jadi Sengketa Senegal–Maroko, CAS Siapkan Putusan dalam Hitungan Hari
-
09 Oct 2026Ceferin Batal Mundur, Bidik Periode Terakhir di UEFA saat Desakan Perubahan FIFA Menguat
-
08 Oct 2026McTominay Siap Kembali, Napoli Dapat Kabar Positif Usai Prosedur Jantung
-
08 Oct 2026Ronaldo Beri Penghormatan untuk Messi, Rivalitas Dua Legenda Berakhir dengan Respek
-
07 Oct 2026Monumental Menanti Salam Terakhir Messi: Akhir Era Sang Pewaris Maradona
-
07 Oct 2026Ronaldo Kritik Jesus soal Janji yang Dianggap Dilanggar, Namun Pintu Timnas Tetap Terbuka
-
06 Oct 2026Bosnia & Herzegovina Menjaga Mimpi Promosi dengan Rekor Tak Terkalahkan
-
06 Oct 2026Sorak Isidor Usai Kemenangan Haiti Memicu Ketegangan Baru di Hispaniola
-
05 Oct 2026Gol Indah Olise Tak Cukup, Prancis Ditahan Italia di Debut Kandang Zidane
-
05 Oct 2026Bruno Fernandes Tegaskan Ronaldo Tetap Simbol Terbesar Portugal
HOT NEWS
TRENDING
#SKWNEWS skwslot Manchester City Tegaskan Keyakinan Hadapi Tuduhan Keuangan yang Mengguncang Skwnews – Ketua Manchester City, Khaldoon Al Mubarak, menyatakan…
#SKWNEWS skwslot Lima Gol, Delapan Drama: Manchester City Rebut Puncak Liga Usai Menundukkan Sunderland Skwnews – Manchester City melanjutkan…
#SKWNEWS skwslot Villa Menang 3-2, Tottenham Kian Terbenam Meski Bangkit Terlambat Skwnews – Aston Villa memperdalam kesulitan Tottenham Hotspur…
#SKWNEWS skwslot Brighton Hentikan Start Sempurna Arsenal dengan Kemenangan Telak 3-0 di Amex Skwnews – Langkah sempurna Arsenal dalam…
#SKWNEWS skwslot Brighton Menggila, Coventry Tak Berdaya dan Terbenam di Dasar Klasemen Skwnews – Brighton tampil gemilang saat melibas Coventry…
-
Manchester United 2-0 PAOK, MU Raih Kemenangan Perdana di Liga Europa Berkat Brace Amad
-
Pelatih Dortmund, Sahin Lega Karena Beberapa Pemainnya Mulai Pulih Jelang Laga Kontra Freiburg
-
Brasil Masih Tertatih Dan Hanya Bermain Imbang 1-1 Saat Menjamu Uruguay
-
Setelah Kalah Beruntun Empat Kali City Diminta Menemukan Kembali Performa Terbaiknya
-
Argentina Menang Tipis 1-0 Atas Peru, Cukup Untuk Membawa 3 Poin dan Nyaman Di Puncak Klasemen Conmebol
-
Norwegia Bantai Kazakhstan 5-0, Haaland Cetak Hat-trick Untuk Norwegia Amankan Promosi Nations League
-
Cukur Leicester 3-0, Manchester United Masih Butuh Banyak Kemenangan
-
Dua Gol Marselino Tumbangkan Arab Saudi di Stadion Gelora Bung Karno
-
Barcelona Menunda Kembali Ke Camp Nou Hingga Pertengahan Februari Tahun Depan
-
Manajer Manchester City Pep Guardiola Menandatangani Perpanjangan Kontrak
-
Inggris Menyingkirkan Irlandia 5-0 dan Memuncaki Grup Nations League
-
Bundesliga: Gol Schick Membawa Leverkusen Meraih Kemenangan 2-1 di Union
-
Madrid Kalah Beruntun Di Santiago Bernabeu, Para Penggemar Kecewa
-
Bermain Imbang 1-1 Kontra Chelsea: Rekor Tanpa Kemenangan The Gunners Berlanjut di Stamford Bridge
-
La Liga: Barcelona Takluk Dari Las Palmas 1-2 di Kandang
-
Dua Gol Lewandowski Bantu Blaugrana Raih Kemenangan Meyakinkan 5-2 Kontra Red Star Belgrade
-
Brace Olmo Membawa Barcelona Semakin Menjauh di Puncak Klasemen
-
Serie A : Lookman Cetak Dua Gol Saat Atalanta Menghancurkan Napoli 3-0
-
Manchester United Menkonfirmasi Penunjukan Ruben Amorim Sebagai Manajer Baru MU
-
Tugas Berat Garuda Setelah Kalah Dari Jepang 4-0, Kini Harus Menang Kontra Arab Saudi