Skwnews Skwslot Berita Bola Terkini

#SKWNEWS   skwslot

Rosenior Redam Isu Chelsea: Fokus di Strasbourg Meski Spekulasi Meningkat

 

SKWNEWS – Pelatih RC Strasbourg, Liam Rosenior, menanggapi dingin kabar yang mengaitkannya dengan kursi manajer Chelsea. Disebut-sebut sebagai kandidat utama pengganti Enzo Maresca, Rosenior menegaskan dirinya tak memberi ruang bagi rumor untuk mengganggu persiapan tim, terlebih menjelang lawatan penting ke markas Nice pada laga Ligue 1 hari Sabtu. “Saya tidak memperhatikannya. Jika Anda seorang manajer dan Anda memperhatikan apa yang dikatakan di media, Anda mungkin akan menjadi gila,” ucapnya, menekankan komitmen jangka pendek yang konkret: “Pekerjaan saya ada di sini. Saya mencintai klub ini. Saya bekerja untuk memenangkan pertandingan besok.”

Spekulasi seputar masa depannya menguat setelah Maresca meninggalkan Chelsea pada Kamis, usai periode sulit yang membuat klub London itu tertahan di peringkat kelima dengan hanya satu kemenangan dalam tujuh laga terakhir Premier League. Laporan juga menyebut Maresca telah mengadakan pembicaraan dengan Manchester City terkait kemungkinan menggantikan Pep Guardiola. Di tengah dinamika tersebut, perhatian pun mengarah kepada Rosenior, terlebih karena Strasbourg berada di bawah kepemilikan perusahaan induk Chelsea, BlueCo—konstelasi yang secara alami memantik wacana perpindahan dalam ekosistem multi-klub.

Rosenior tak menampik bahwa namanya dibicarakan, namun ia memandang hal itu sebagai konsekuensi dari pekerjaan yang berjalan baik. “Tentu saja, saya sadar ada spekulasi, tetapi saya pikir itu mencerminkan kerja keras yang telah dilakukan semua orang di klub sepak bola ini,” tuturnya. Namun, ketika seorang jurnalis mendesaknya untuk memastikan apakah ia masih akan berada di Strasbourg dalam enam bulan ke depan, jawabannya lebih berhati-hati. “Anda tidak dapat menjamin apa pun dalam hidup. Dalam hal minat dari klub lain, saya telah menerima banyak minat, banyak pendekatan yang selalu saya sampaikan secara terbuka kepada klub,” katanya. “Fokus saya selalu pada pekerjaan yang saya lakukan. Tetapi untuk mengatakan bahwa saya pasti akan berada di suatu tempat atau pasti akan melakukan sesuatu, saya rasa itu tidak benar karena dalam hidup, hal-hal terjadi.”

Kredibilitas Rosenior sebagai pelatih tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir. Ia memulai karier manajerial penuh waktu di Hull City pada November 2022, mengambil alih tim yang saat itu berada di peringkat ke-21 Championship setelah menelan 10 kekalahan dari 18 laga awal musim. Stabilitas dan struktur yang ia tanamkan langsung terlihat: Hull hanya kalah enam kali lagi hingga akhir musim dan naik ke peringkat ke-15. Pada musim berikutnya, mereka meningkat signifikan dengan finis di posisi ketujuh—indikasi bahwa pendekatan Rosenior mampu menghadirkan tren perbaikan yang berkelanjutan.

Laju itu berlanjut setelah ia pindah ke Strasbourg. Di musim pertamanya, Rosenior membawa klub tersebut lolos ke kompetisi Eropa—pencapaian yang mengangkat kepercayaan diri tim sekaligus mengembalikan antusiasme publik terhadap proyek sepak bola di Alsace. Musim ini, Strasbourg bertahan di papan atas dengan menempati peringkat ketujuh Ligue 1 dan memimpin klasemen grup di Liga Europa, pertanda konsistensi yang menjadi salah satu parameter utama dalam menilai kesiapan seorang pelatih untuk tantangan yang lebih besar. Kombinasi hasil, pengembangan pemain, serta manajemen ruang ganti membuat namanya wajar masuk dalam radar klub-klub elit.

Meski koneksi struktural antara Strasbourg dan Chelsea melalui BlueCo memperkuat narasi kemungkinan pergerakan di antara dua klub tersebut, Rosenior memilih untuk menjaga fokus pada tuntutan jangka pendek: performa tim di lapangan, perbaikan detail permainan, dan pengelolaan beban kompetisi domestik dan Eropa. Di sisi lain, pernyataan terbukanya mengenai minat klub lain—yang selalu ia komunikasikan kepada manajemen—menunjukkan profesionalisme dan transparansi dalam menghadapi siklus rumor yang tak terelakkan di level ini.

Bagi Strasbourg, ketenangan sang pelatih menjelang laga tandang ke Nice menjadi modal psikologis yang krusial. Bagi Rosenior, ini adalah penegasan bahwa nilai seorang manajer tidak hanya diukur dari trofi dan klasemen, tetapi juga dari kemampuannya menjaga tim tetap fokus di tengah hiruk-pikuk bursa spekulasi. Apakah kabut rumor akan memudar atau justru mengental bergantung pada keputusan banyak pihak. Untuk saat ini, yang pasti bagi Rosenior adalah lapangan, latihan, dan tiga poin berikutnya.

HOT NEWS

TRENDING

Panggung Penebusan di Camp Nou: Barcelona Libas Levante 3-0, Tahta La Liga…

Mac Allister Selamatkan Liverpool, Forest Kian Terhimpit di Tepi Zona Degradasi

FIFA Siapkan ‘Hukum Prestianni’: Aturan Anti-Rasisme yang Melarang Pemain Menutupi Mulut Saat…

Brace Patrik Schick Bungkam Piraeus: Leverkusen Curi Kemenangan Bersejarah 2-0 atas Olympiacos

Laga Playoff Liga Champions : Laga Penuh Drama, Atletico Dipaksa Bermain Imbang…

Scroll to Top