Skwnews Skwslot Berita Bola Terkini

#SKWNEWS   skwslot

Triple 3-0, Misi Penyelamatan Tuntas: Neymar Antar Santos Selamat dari Degradasi, Lalu Umumkan Operasi Lutut

 

SKWNEWS Santos menutup musim Serie A Brasil dengan cara paling melegakan: kemenangan 3-0 atas Cruzeiro di Vila Belmiro yang memastikan mereka tetap bertahan di kasta tertinggi. Di balik peluit akhir itu, sorotan tetap tertuju pada Neymar. Bintang 33 tahun tersebut bukan hanya simbol kebangkitan di saat-saat genting, melainkan juga motor yang mendorong Santos melewati garis aman dalam pekan-pekan terakhir. Tak lama usai selebrasi, ia mengonfirmasi akan menjalani operasi pada lutut kirinya—sebuah penanda bahwa perjuangannya musim ini datang dengan harga yang tidak kecil.

Kisah selamatnya Santos musim ini sarat muatan emosional. Klub yang meraih dukungan global berkat warisan abadi Pelé itu sempat terdegradasi untuk pertama kalinya pada tahun 2023, hampir setahun setelah sang legenda berpulang. Mereka kembali naik ke Serie A pada tahun berikutnya, namun sepanjang kompetisi kerap dibayangi ancaman turun kasta lagi. Neymar, yang kembali ke Santos pada Januari, tampil sebagai jangkar harapan dalam situasi keruh tersebut, kendati baru pulih dari robekan Ligamen Cruciate Anterior (ACL) yang dideritanya pada Oktober 2023 dalam kualifikasi Piala Dunia melawan Uruguay. Ia memang tidak selalu tersedia, namun ketika hadir di lapangan, dampaknya terasa.

Rangkaian penentu datang tepat saat dibutuhkan. Dalam tiga putaran pamungkas, Santos meraih tiga kemenangan identik 3-0. Neymar mencetak satu gol saat menaklukkan Sport Recife, kemudian mengamuk dengan hat-trick ke gawang Juventude pada Rabu, sebelum berperan sebagai pengatur serangan yang efektif saat menumbangkan Cruzeiro pada Minggu. Di laga terakhir itu, Thaciano mengoyak gawang pada menit ke-26 dan ke-28, sebelum João Schmidt melengkapi pesta pada menit ke-60. Kemenangan tersebut mengangkat Santos finis di posisi ke-12 dengan 47 poin—penyelesaian yang tampak nyaman di atas kertas, namun sejatinya lahir dari napas yang ditahan panjang sepanjang musim.

Kontribusi Neymar terukur sekaligus melampaui angka. Dari 38 putaran liga yang mulai bergulir pada April, ia hanya tampil 19 kali karena manajemen kebugaran dan efek cedera, tetapi masih mampu mencetak delapan gol. Di luar statistik, pengaruhnya muncul dalam bentuk kehadiran yang menenangkan, kemampuan menarik fokus bek lawan, serta kualitas sentuhan pertama yang membuka jalur progresi bagi rekan-rekan setim. Terutama dalam laga pamungkas, ketika tekanan memuncak, keputusan-keputusan sederhananya menjaga aliran permainan Santos tetap stabil dan minim kesalahan.

Usai laga, Neymar mengakui betapa berat jalan yang ditempuh. “Saya datang untuk ini, untuk mencoba membantu sebaik mungkin. Ini adalah minggu-minggu yang berat bagi saya,” ujarnya. “Saya berterima kasih kepada mereka yang telah mendampingi saya dan menyemangati saya. Jika bukan karena mereka, saya tidak akan bermain di pertandingan-pertandingan ini karena cedera-cedera ini, masalah lutut ini. Saya perlu istirahat, lalu kami akan menjalani operasi lutut ini.” Ia tidak merinci kondisi lututnya atau garis waktu pemulihan, namun tetap menyimpan ambisi untuk merebut tempat di skuad Brasil menuju Piala Dunia 2026. Hingga kini, pelatih tim nasional, Carlo Ancelotti, belum memilih mantan kapten Selecão tersebut sejak mengambil alih pada Mei.

Bagi Santos, keberhasilan menghindari degradasi kedua dalam sejarah klub bukan sekadar penyelamatan musim, melainkan peneguhan arah. Keberadaan Neymar—ikon yang kembali ke rumah—menciptakan pusat gravitasi baru bagi proyek olahraga klub, baik di dalam maupun di luar lapangan. Namun masa depan jangka pendek mereka akan sangat dipengaruhi kesiapan sang bintang pascaoperasi, serta kemampuan tim medis dan pelatih memadukan pemulihan individu dengan kebutuhan kolektif tim. Kemenangan 3-0 beruntun jelang garis finis menyuplai modal psikologis penting, tetapi konsistensi performa harus dibangun lebih awal pada musim depan agar klub tidak lagi bergantung pada sprint di ujung kompetisi.

Sementara itu di puncak tangga, Flamengo meresmikan gelar liga Brasil kesembilan mereka di pertengahan pekan lewat kemenangan 1-0 atas Ceará, menuntaskan tahun yang manis setelah sebelumnya juga menjuarai Copa Libertadores. Kontrasnya nasib juara dengan tim yang berjuang di papan bawah menjadi pengingat betapa luas jurang margin pada sepak bola Brasil—dan betapa tipis detail yang membedakan sukacita dan kecemasan.

Pada akhirnya, cerita Santos musim ini adalah tentang bertahan hidup, tentang seorang putra daerah yang kembali untuk menolong klub masa kecilnya tepat ketika diperlukan. Tiga kemenangan 3-0 beruntun mungkin nampak seperti statistik, tetapi di baliknya ada grit, pengorbanan, dan keputusan-keputusan krusial yang memutar arah musim. Neymar menutup lembar ini dengan kabar operasi, namun juga dengan janji yang tak terucap: jika tubuhnya mengizinkan, ia akan kembali—untuk Santos, dan mungkin, untuk panggung dunia bersama Brasil.

HOT NEWS

TRENDING

Panggung Penebusan di Camp Nou: Barcelona Libas Levante 3-0, Tahta La Liga…

Mac Allister Selamatkan Liverpool, Forest Kian Terhimpit di Tepi Zona Degradasi

FIFA Siapkan ‘Hukum Prestianni’: Aturan Anti-Rasisme yang Melarang Pemain Menutupi Mulut Saat…

Brace Patrik Schick Bungkam Piraeus: Leverkusen Curi Kemenangan Bersejarah 2-0 atas Olympiacos

Laga Playoff Liga Champions : Laga Penuh Drama, Atletico Dipaksa Bermain Imbang…

Scroll to Top