#SKWNEWS skwslot
Kejutan Besar di Kairo: Pyramids Tumbang dan Tersingkir dari Liga Champions CAF
SKWNEWS – Mimpi Pyramids FC mempertahankan mahkota Liga Champions CAF sirna secara dramatis di hadapan pendukung mereka sendiri. Juara bertahan asal Mesir itu takluk 1-2 dari FAR Rabat di leg kedua perempat final, sebuah hasil yang sekaligus memastikan langkah mereka terhenti lebih awal dari yang diharapkan siapa pun. Dengan keunggulan agregat 3-2, klub asal Maroko itu melaju ke babak semifinal dan menorehkan salah satu hasil kejutan terbesar musim ini di pentas sepak bola Afrika.
Kekalahan ini terasa begitu menyakitkan bagi Pyramids, mengingat mereka memasuki leg kedua dengan modal yang cukup menjanjikan. Pekan lalu, tim asuhan tersebut berhasil bangkit dari ketertinggalan untuk memaksakan hasil imbang 1-1 pada leg pertama yang digelar di Maroko. Kembali bermain di ibu kota Mesir, di hadapan ribuan pendukung setia mereka, Pyramids diunggulkan untuk membalikkan keadaan dan melanjutkan perjalanan menuju gelar kedua beruntun. Namun, sepak bola kerap menulis skenario yang tak terduga.
FAR Rabat langsung mengambil inisiatif sejak peluit pertama dibunyikan. Reda Slim membuka keunggulan bagi tim tamu hanya pada menit kesembilan, sebuah gol cepat yang seketika mengubah peta pertandingan dan memaksa Pyramids untuk mengejar dari awal. Keunggulan dini itu semakin memperumit kalkulasi tuan rumah yang sejatinya sudah berangkat dengan agregat tipis.
Ketegangan memuncak di babak pertama ketika Pyramids merasa berhak atas hadiah penalti. Umpan silang Ahmed Atef mengenai lengan kiri kapten FAR, Mohamed Hrimat, dalam situasi yang diyakini para pemain dan ofisial Pyramids sebagai pelanggaran nyata. Wasit asal Mauritania yang memimpin laga itu pun meluangkan waktu cukup lama untuk meninjau rekaman insiden tersebut melalui teknologi VAR. Namun setelah penantian panjang yang menegangkan, ia memutuskan untuk tidak menganugerahkan penalti kepada tuan rumah — sebuah keputusan yang langsung menuai kekecewaan besar di bangku tim Pyramids maupun di kalangan suporter yang memadati stadion.
Kekecewaan itu semakin bertambah ketika Hrimat, kapten yang sempat menjadi sosok kontroversial di babak pertama, justru tampil sebagai algojo di babak kedua. Pada menit ke-54, pemain yang sebelumnya lolos dari sanksi penalti itu mencetak gol kedua untuk FAR Rabat, mempertegas keunggulan tim tamu menjadi 2-0 dan membuat tugas Pyramids kian berat. Bagi pendukung Pyramids, momen itu terasa seperti tikaman ganda — disakiti oleh keputusan wasit, lalu dihukum langsung oleh pemain yang sama.
Pyramids tidak menyerah begitu saja. Mahmoud Mayele berhasil memperkecil kedudukan menjadi 1-2 tak lama setelah menit ke-60, memercikkan kembali harapan yang hampir padam. Stadion pun bergolak, mendorong para pemain tuan rumah untuk terus menekan. Namun gol penyama yang sangat dibutuhkan untuk memaksakan perpanjangan waktu tak kunjung hadir. FAR Rabat bertahan dengan disiplin dan ketenangan, menjaga keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.
Kemenangan ini memiliki rasa yang istimewa bagi FAR Rabat bukan hanya karena berhasil menyingkirkan juara bertahan, tetapi juga karena ini merupakan pembalasan langsung atas kekalahan mereka di babak yang sama pada musim Liga Champions sebelumnya, ketika Pyramids-lah yang menghentikan langkah mereka. Kali ini giliran FAR yang balik menyodorkan rasa pahit itu kepada sang juara.
Secara historis, FAR Rabat tercatat pernah mengangkat trofi juara Maroko pertama di kompetisi ini pada tahun 1985, kala turnamen masih bernama Piala Champions Afrika. Namun dalam 12 tahun terakhir sejak format kompetisi berubah menggunakan sistem grup, FAR yang telah tampil delapan kali di ajang tersebut belum mampu menunjukkan pengaruh signifikan. Lolosnya mereka ke semifinal musim ini di bawah arahan pelatih asal Portugal, Alexandre Santos, pun menjadi pencapaian bersejarah tersendiri. Sepanjang fase tandang menuju babak gugur ini, FAR hanya meraih satu kemenangan, satu kekalahan, dan tiga hasil imbang — statistik yang sekilas terlihat biasa, namun cukup untuk membawa mereka sejauh ini.
Ironi terbesar malam itu justru tersimpan dalam catatan Pyramids sebelum laga. Mereka adalah satu-satunya dari delapan kandidat juara yang memasuki fase gugur dengan rekor tak terkalahkan: delapan kemenangan dan tiga hasil imbang dari 11 pertandingan sepanjang kualifikasi dan fase grup. Rekor gemilang itu kini hanya tinggal kenangan, setelah satu malam penuh kejutan di Kairo menghapus segala keistimewaannya.
Di babak semifinal, FAR Rabat akan berhadapan dengan salah satu dari dua klub Maroko lainnya, yakni Renaissance Berkane atau Al Hilal dari Sudan — hasil yang akan ditentukan dari leg kedua yang dijadwalkan berlangsung pada bulan April. Sementara itu, perjalanan Liga Champions CAF musim ini masih menyisakan beberapa laga perempat final yang tak kalah menarik untuk diikuti. Al Ahly dari Mesir akan menjamu Esperance dari Tunisia di Kairo pada Sabtu malam, dengan kondisi tertinggal 1-0 dari leg pertama. Pada Minggu, Al Hilal dari Sudan menjamu Renaissance Berkane setelah kedua tim bermain imbang 1-1 pada pertemuan pertama. Adapun Mamelodi Sundowns dari Afrika Selatan bertandang ke Bamako menghadapi Stade Malien dengan bekal keunggulan tiga gol tanpa balas dari leg pertama.
Malam di Kairo ini akan lama dikenang — bukan sebagai momen kejayaan tuan rumah, melainkan sebagai salah satu pengingat terkuat bahwa dalam sepak bola Afrika, tidak ada yang benar-benar aman, bahkan bagi sang juara bertahan sekalipun.
-
23 Oct 2026AFC Resmi Dukung Gianni Infantino Kembali Pimpin FIFA, Kontroversi Hak Komersial Tak Halangi Langkah Menuju Periode Keempat
-
23 Oct 2026Kabar Lega dari Turki! Mantan Kiper Manchester United Andre Onana Selamat dari Kecelakaan Beruntun Bersama Keluarga
-
21 Oct 2026Hansi Flick Siapkan Rodri untuk El Clasico, Barcelona Rela Kehilangan Rekor Sempurna
-
21 Oct 2026PSG Taklukkan Barcelona dalam Drama Enam Gol, Lamine Yamal Cetak Sejarah tetapi Dua Gol Telat Paris Jadi Penentu
-
19 Oct 2026Madueke Jadi Pahlawan! Gol Menit Akhir Selamatkan Arsenal dari Kebuntuan Lawan Nottingham Forest
-
18 Oct 2026Haaland Mengamuk dengan Dua Gol, Manchester City Lanjutkan Tren Sempurna Usai Taklukkan Ipswich 3-2
-
18 Oct 2026Isak Jadi Pahlawan Liverpool, tetapi Masih Soroti Kekurangan Tim Usai Taklukkan Brentford 2-1
-
17 Oct 2026Kabar Baik untuk Barcelona! Raphinha dan Frenkie de Jong Siap Kembali, Hansi Flick Makin Percaya Diri
-
17 Oct 2026Terkendala Protokol Ebola, Tiga Bintang Sepak Bola Zambia Tertahan dan Terancam Absen di NWSL
-
16 Oct 2026Gareth Southgate Tegaskan Tak Akan Kembali Melatih
HOT NEWS
TRENDING
#SKWNEWS skwslot Madueke Jadi Pahlawan! Gol Menit Akhir Selamatkan Arsenal dari Kebuntuan Lawan Nottingham Forest Skwnews – Arsenal harus…
#SKWNEWS skwslot Haaland Mengamuk dengan Dua Gol, Manchester City Lanjutkan Tren Sempurna Usai Taklukkan Ipswich 3-2 Skwnews – Manchester City…
#SKWNEWS skwslot Isak Jadi Pahlawan Liverpool, tetapi Masih Soroti Kekurangan Tim Usai Taklukkan Brentford 2-1 Skwnews – Liverpool berhasil membawa…
#SKWNEWS skwslot Haaland dan Maresca Kompak Serukan Persatuan Skwnews – Manchester City menunjukkan ketangguhan mental di tengah tekanan besar…
#SKWNEWS skwslot Solanke Selamatkan Spurs di Old Trafford, Man United Gagal Menang Meski Unggul Pemain Skwnews – Tottenham Hotspur berhasil…
-
Manchester United 2-0 PAOK, MU Raih Kemenangan Perdana di Liga Europa Berkat Brace Amad
-
Pelatih Dortmund, Sahin Lega Karena Beberapa Pemainnya Mulai Pulih Jelang Laga Kontra Freiburg
-
Brasil Masih Tertatih Dan Hanya Bermain Imbang 1-1 Saat Menjamu Uruguay
-
Setelah Kalah Beruntun Empat Kali City Diminta Menemukan Kembali Performa Terbaiknya
-
Argentina Menang Tipis 1-0 Atas Peru, Cukup Untuk Membawa 3 Poin dan Nyaman Di Puncak Klasemen Conmebol
-
Norwegia Bantai Kazakhstan 5-0, Haaland Cetak Hat-trick Untuk Norwegia Amankan Promosi Nations League
-
Dua Gol Marselino Tumbangkan Arab Saudi di Stadion Gelora Bung Karno
-
Cukur Leicester 3-0, Manchester United Masih Butuh Banyak Kemenangan
-
Barcelona Menunda Kembali Ke Camp Nou Hingga Pertengahan Februari Tahun Depan
-
Manajer Manchester City Pep Guardiola Menandatangani Perpanjangan Kontrak
-
Inggris Menyingkirkan Irlandia 5-0 dan Memuncaki Grup Nations League
-
Bundesliga: Gol Schick Membawa Leverkusen Meraih Kemenangan 2-1 di Union
-
Madrid Kalah Beruntun Di Santiago Bernabeu, Para Penggemar Kecewa
-
Bermain Imbang 1-1 Kontra Chelsea: Rekor Tanpa Kemenangan The Gunners Berlanjut di Stamford Bridge
-
La Liga: Barcelona Takluk Dari Las Palmas 1-2 di Kandang
-
Dua Gol Lewandowski Bantu Blaugrana Raih Kemenangan Meyakinkan 5-2 Kontra Red Star Belgrade
-
Brace Olmo Membawa Barcelona Semakin Menjauh di Puncak Klasemen
-
Serie A : Lookman Cetak Dua Gol Saat Atalanta Menghancurkan Napoli 3-0
-
Manchester United Menkonfirmasi Penunjukan Ruben Amorim Sebagai Manajer Baru MU
-
Tugas Berat Garuda Setelah Kalah Dari Jepang 4-0, Kini Harus Menang Kontra Arab Saudi