#SKWNEWS skwslot
Brighton Menggila, Coventry Tak Berdaya dan Terbenam di Dasar Klasemen
Skwnews – Brighton tampil gemilang saat melibas Coventry yang harus bermain dengan 10 orang dengan skor telak 5-0 pada hari Minggu. Kemenangan besar ini mengangkat tim asuhan Fabian Hurzeler ke posisi keempat klasemen Premier League, sekaligus semakin membenamkan Coventry asuhan Frank Lampard di dasar klasemen. Bagi Brighton, ini merupakan kemenangan kedua mereka pada musim ini dan kemenangan pertama sejak membungkam Aston Villa 4-0 pada pekan pembuka.
Hasil tersebut menjadi malam yang sangat berat bagi Coventry. Klub berjuluk Sky Blues itu masih menanti gol pertama mereka di Premier League sejak tahun 2001 setelah kembali gagal mencetak gol dan menelan kekalahan dalam empat pertandingan awal mereka di kasta tertinggi musim ini. Mereka kini menjadi satu-satunya tim Premier League yang belum mengumpulkan poin. Situasi itu terasa semakin kontras mengingat Coventry baru promosi dari Championship musim lalu, mengakhiri penantian 25 tahun untuk kembali ke Premier League.
Brighton memang mengakhiri laga dengan kemenangan yang sangat meyakinkan, tetapi mereka tidak langsung menjalani pertandingan dengan nyaman. Tim tuan rumah seharusnya dapat memimpin lebih awal ketika Jay Dasilva gagal membuang bola dengan sempurna. Bola jatuh ke arah Diego Gomez yang berdiri bebas di sekitar 11 meter dari gawang, namun tembakannya sedikit melenceng. Peluang itu menjadi peringatan awal bahwa Brighton memiliki ruang untuk menekan Coventry, meski penyelesaiannya belum sempurna.
Coventry lalu sempat menunjukkan bahwa mereka tidak datang hanya untuk bertahan. Jack Rudoni menjadi salah satu pemain yang terlibat dalam ancaman awal Sky Blues. Ketika Dasilva mengirimkan umpan silang, Rudoni menyambutnya dengan sundulan, tetapi bola gagal mengarah ke gawang. Momen itu belum menghasilkan gol, namun memberi Coventry keyakinan bahwa mereka masih dapat mengganggu pertahanan Brighton.
Tidak lama kemudian, Dasilva dan Rudoni kembali hampir bekerja sama untuk membawa Coventry unggul. Dasilva mengirimkan bola kepada Rudoni di area pertahanan Coventry, lalu sang gelandang melepaskan tendangan voli terukur. Upaya tersebut memaksa Bart Verbruggen melakukan penyelamatan gemilang. Kiper Brighton itu membaca arah bola dengan baik dan menggagalkan kesempatan yang bisa saja mengubah jalannya pertandingan.
Verbruggen kembali menjadi penyelamat Brighton saat Coventry terus mencoba memanfaatkan momentum. Frank Onyeka dengan cerdik melambungkan bola sebelum melepaskan tendangan voli, menciptakan peluang lain yang berbahaya. Namun, penjaga gawang Brighton itu lagi-lagi menunjukkan refleks impresif untuk menghalau tembakan Onyeka. Dua penyelamatan tersebut memastikan Brighton tidak tertinggal pada fase ketika Coventry sempat tampil berani dan cukup mengancam.
Setelah melewati tekanan awal itu, Brighton mulai mengambil alih permainan. Dominasi mereka akhirnya berbuah gol pada menit ke-35 melalui aksi brilian Charalampos Kostoulas. Penyerang remaja asal Yunani itu memanfaatkan umpan Pascal Gross dengan sangat cerdas. Kostoulas menyundul bola melewati dua bek Coventry, kemudian berbalik badan sebelum melepaskan tembakan keras yang menaklukkan kiper Carl Rushworth.
Gol Kostoulas memberi Brighton keunggulan penting menjelang jeda. Bukan hanya karena membuka kebuntuan, gol itu juga mengubah keseimbangan pertandingan setelah Coventry sebelumnya memperoleh sejumlah peluang yang tidak mampu mereka maksimalkan. Brighton membawa keunggulan 1-0 ke babak kedua, sementara tim asuhan Lampard harus kembali mencari cara untuk membalas tanpa mengulangi kegagalan mereka dalam penyelesaian akhir.
Coventry sebenarnya memiliki peluang yang sangat baik untuk menyamakan kedudukan tepat setelah jeda babak pertama. Ephron Mason-Clark mendapatkan kesempatan dari jarak dekat, tetapi sepakannya tidak sempurna. Bola justru mengarah tepat ke pelukan Verbruggen, yang kembali berada di posisi ideal untuk mengamankan gawang Brighton. Kegagalan itu menjadi titik penting, karena Coventry tidak hanya melewatkan peluang menyamakan skor, tetapi juga segera menerima hukuman dari lawan.
Pada menit ke-51, Malick Yalcouye melesat meninggalkan lini pertahanan Coventry dan menggandakan keunggulan Brighton. Penyelesaian klinis Yalcouye membuat Rushworth kembali dipaksa memungut bola dari gawangnya. Brighton kini memimpin 2-0, dan rasa frustrasi mulai meningkat di kubu Coventry yang melihat peluang untuk bangkit justru berubah menjadi awal dari jarak skor yang semakin lebar.
Nasib Coventry bertambah buruk hanya dua menit setelah gol Yalcouye. Penyerang mereka, Taiwo Awoniyi, diusir keluar lapangan karena tindakan kasar setelah menghantam wajah Maxim de Cuyper dengan sikunya. Kartu merah itu membuat Coventry harus melanjutkan laga dengan 10 pemain pada saat mereka telah tertinggal dua gol. Dengan jumlah pemain yang berkurang dan Brighton yang kian menguasai jalannya pertandingan, tugas tim asuhan Lampard menjadi jauh lebih berat.
Brighton memanfaatkan situasi tersebut dengan tenang dan tanpa memberi Coventry celah untuk mengembalikan permainan. Mereka terus menekan serta menjaga kontrol atas laga, sementara Sky Blues kesulitan membangun ancaman berarti. Pada menit ke-70, penderitaan Coventry kembali bertambah. Bobby Thomas melakukan pelanggaran terhadap Kostoulas, dan wasit menunjuk titik penalti. Gross maju sebagai eksekutor dan menjalankan tugasnya dengan mudah untuk mencetak gol ketiga Brighton.
Gol dari titik putih itu semakin menegaskan peran Gross dalam pertandingan. Ia sebelumnya menyediakan umpan untuk gol pembuka Kostoulas, lalu kini mencatatkan namanya sendiri di papan skor. Brighton semakin nyaman dengan keunggulan 3-0, sedangkan Coventry harus menghadapi kenyataan bahwa malam tersebut telah berubah menjadi kekalahan yang semakin sulit dibendung.
Meski skor sudah jauh, Brighton belum berhenti. Lewis Dunk kemudian mencetak gol terbaik hari itu pada menit ke-83. Dari jarak sekitar 23 meter atau 25 yard, Dunk melepaskan tembakan melengkung spektakuler yang bersarang di sudut atas gawang. Tembakan itu menjadi penutup sempurna bagi rangkaian dominasi Brighton sepanjang pertandingan, sekaligus membuat skor berubah menjadi 4-0.
Pada tahap ini, para pendukung Coventry yang frustrasi mulai berbondong-bondong meninggalkan stadion jauh sebelum peluit akhir dibunyikan. Mereka menyaksikan timnya bukan hanya kembali gagal meraih poin dan gol, tetapi juga harus menelan kekalahan besar dalam laga yang sempat memberi harapan pada awal pertandingan. Peluang Rudoni, Onyeka, dan Mason-Clark tidak menghasilkan apa pun, sedangkan Brighton tanpa ampun mengubah setiap momentum penting menjadi gol.
Brighton masih menambahkan satu gol lagi di masa tambahan waktu untuk menyempurnakan penampilan mereka. Yasin Ayari melepaskan tembakan mendatar yang tenang dan tidak mampu dihalau Rushworth. Gol itu memastikan kemenangan 5-0, memperbesar perayaan Brighton, serta menutup malam yang amat mengecewakan bagi Coventry.
Bagi Brighton, kemenangan ini tidak sekadar menghasilkan tiga poin. Mereka menembus empat besar klasemen Premier League setelah memetik kemenangan kedua musim ini, menunjukkan kemampuan untuk pulih dari tekanan awal dan kemudian mendominasi pertandingan dengan tegas. Kostoulas membuka jalan, Yalcouye memperlebar keunggulan, Gross menuntaskan penalti, Dunk menghadirkan gol spektakuler, dan Ayari melengkapi pesta gol pada masa tambahan waktu.
Sebaliknya, Coventry meninggalkan pertandingan dengan masalah yang semakin menumpuk. Mereka masih belum mencetak gol di Premier League sejak tahun 2001, kalah dalam empat laga awal musim ini, dan menjadi satu-satunya tim tanpa poin. Kartu merah Awoniyi menambah berat malam mereka, sementara kekalahan 0-5 memperlihatkan betapa mahalnya peluang yang terbuang ketika pertandingan masih seimbang. Pada 13/09/2026 pukul 23:38, kemenangan besar Brighton ini menjadi penegasan atas perbedaan nasib dua tim: satu menanjak ke empat besar, satu lagi semakin terpuruk di dasar klasemen.
-
20 Sep 2026Villa Menang 3-2, Tottenham Kian Terbenam Meski Bangkit Terlambat
-
20 Sep 2026Brighton Hentikan Start Sempurna Arsenal dengan Kemenangan Telak 3-0 di Amex
-
19 Sep 2026Zidane Percayakan Ban Kapten Prancis kepada Mbappe dalam Skuad Pertamanya
-
19 Sep 2026Raphinha Berharap Mengakhiri Karier di Barcelona Setelah Awal Musim yang Gemilang
-
18 Sep 2026Bournemouth Cetak Sejarah di Eropa, Juventus dan Crystal Palace Menang Meyakinkan
-
17 Sep 2026Messi Antar Inter Miami Raih Campeones Cup Pertama Usai Menang 2-0 atas Cruz Azul
-
17 Sep 2026Real Madrid Hormati Pilihan Pemain Terkait Pesan Solidaritas untuk Ceuta
-
16 Sep 2026James Rodríguez Tutup Perjalanan 15 Tahun Bersama Tim Nasional Kolombia
-
16 Sep 2026Lionel Messi Dipanggil Argentina untuk Laga Perpisahan di Buenos Aires
-
15 Sep 2026Kuwait Siap Menjadi Tuan Rumah Perdana Saudi Super Cup 2026
HOT NEWS
TRENDING
#SKWNEWS skwslot Villa Menang 3-2, Tottenham Kian Terbenam Meski Bangkit Terlambat Skwnews – Aston Villa memperdalam kesulitan Tottenham Hotspur…
#SKWNEWS skwslot Brighton Hentikan Start Sempurna Arsenal dengan Kemenangan Telak 3-0 di Amex Skwnews – Langkah sempurna Arsenal dalam…
#SKWNEWS skwslot Brighton Menggila, Coventry Tak Berdaya dan Terbenam di Dasar Klasemen Skwnews – Brighton tampil gemilang saat melibas Coventry…
#SKWNEWS skwslot Barcelona Bertahan dari Kebangkitan Levante, Dua Gol Yamal dan Aksi Adeyemi Mengunci Kemenangan 4-2 Skwnews – Barcelona melanjutkan…
#SKWNEWS skwslot Hull Tahan Chelsea, Liverpool Gagal Menundukkan Fulham dalam Drama Liga Premier Skwnews – Chelsea kembali memperlihatkan dua…
-
Manchester United 2-0 PAOK, MU Raih Kemenangan Perdana di Liga Europa Berkat Brace Amad
-
Pelatih Dortmund, Sahin Lega Karena Beberapa Pemainnya Mulai Pulih Jelang Laga Kontra Freiburg
-
Brasil Masih Tertatih Dan Hanya Bermain Imbang 1-1 Saat Menjamu Uruguay
-
Setelah Kalah Beruntun Empat Kali City Diminta Menemukan Kembali Performa Terbaiknya
-
Argentina Menang Tipis 1-0 Atas Peru, Cukup Untuk Membawa 3 Poin dan Nyaman Di Puncak Klasemen Conmebol
-
Norwegia Bantai Kazakhstan 5-0, Haaland Cetak Hat-trick Untuk Norwegia Amankan Promosi Nations League
-
Cukur Leicester 3-0, Manchester United Masih Butuh Banyak Kemenangan
-
Dua Gol Marselino Tumbangkan Arab Saudi di Stadion Gelora Bung Karno
-
Barcelona Menunda Kembali Ke Camp Nou Hingga Pertengahan Februari Tahun Depan
-
Manajer Manchester City Pep Guardiola Menandatangani Perpanjangan Kontrak
-
Inggris Menyingkirkan Irlandia 5-0 dan Memuncaki Grup Nations League
-
Bundesliga: Gol Schick Membawa Leverkusen Meraih Kemenangan 2-1 di Union
-
Madrid Kalah Beruntun Di Santiago Bernabeu, Para Penggemar Kecewa
-
Bermain Imbang 1-1 Kontra Chelsea: Rekor Tanpa Kemenangan The Gunners Berlanjut di Stamford Bridge
-
La Liga: Barcelona Takluk Dari Las Palmas 1-2 di Kandang
-
Dua Gol Lewandowski Bantu Blaugrana Raih Kemenangan Meyakinkan 5-2 Kontra Red Star Belgrade
-
Brace Olmo Membawa Barcelona Semakin Menjauh di Puncak Klasemen
-
Serie A : Lookman Cetak Dua Gol Saat Atalanta Menghancurkan Napoli 3-0
-
Manchester United Menkonfirmasi Penunjukan Ruben Amorim Sebagai Manajer Baru MU
-
Tugas Berat Garuda Setelah Kalah Dari Jepang 4-0, Kini Harus Menang Kontra Arab Saudi