Skwnews Skwslot Berita Bola Terkini

#SKWNEWS   skwslot

Real Madrid Hormati Pilihan Pemain Terkait Pesan Solidaritas untuk Ceuta

 

Skwnews Real Madrid menyatakan menghormati kebebasan para pemainnya untuk memiliki pandangan yang berbeda setelah Kylian Mbappe dan Vinicius Jr. menutupi pesan solidaritas bagi penduduk Ceuta menjelang pertandingan LaLiga melawan Elche pada Selasa. Sikap klub itu muncul setelah tindakan kedua pemain tersebut menjadi sorotan dalam momen sebelum laga, ketika para pemain dari kedua tim tampil dengan kaus yang memuat pesan dukungan untuk wilayah Spanyol itu.

Kedua kesebelasan muncul mengenakan kaus bertuliskan “Todos somos caballas”, yang berarti “Kita semua adalah caballas”. Istilah caballas merupakan julukan bagi penduduk Ceuta. Pesan itu digunakan sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat Ceuta, menyusul peristiwa penyeberangan ilegal dari Maroko ke wilayah tersebut pada Juli.

Dalam barisan pemain sebelum pertandingan, Mbappe dan Vinicius melipat kaus mereka hingga setinggi dada. Dengan cara itu, tulisan pada kaus tidak dapat dibaca. Keduanya kemudian melepas kaus tersebut sepenuhnya ketika keluar dari lorong pemain. Tindakan itu membedakan mereka dari sejumlah pemain lain yang terlihat mengenakan kaus dengan pesan solidaritas tersebut secara terbuka.

Rekan setim mereka, Ibrahima Konate, juga tidak mengenakan kaus itu seperti pemain lain dalam momen tersebut. Namun, Konate terlihat hanya memegang kausnya di tangan. Perbedaan cara para pemain memperlakukan kaus itu menjadi bagian dari perhatian dalam rangkaian aksi yang dilakukan sebelum pertandingan.

Aksi dukungan bagi Ceuta tersebut muncul setelah lebih dari 70.000 penyeberangan ilegal dari Maroko ke Ceuta pada Juli. Peristiwa itu memicu gerakan solidaritas di berbagai wilayah Spanyol. Pesan pada kaus yang dikenakan sebelum pertandingan Elche melawan Real Madrid menjadi salah satu bentuk yang dikaitkan dengan gerakan tersebut.

Seorang pejabat Real Madrid mengatakan kepada Reuters bahwa klub telah menerima permintaan dari Elche untuk menunjukkan solidaritas dan mengenakan kaus tersebut. Meski demikian, pejabat itu menjelaskan bahwa Real Madrid, sebagai organisasi, menghormati adanya perbedaan pendapat di antara para pemainnya. Klub juga memberikan kebebasan kepada setiap pemain untuk menentukan sendiri apakah akan mengenakan kaus tersebut atau tidak.

Pernyataan itu menempatkan tindakan Mbappe dan Vinicius dalam kerangka pilihan pribadi, bukan sebagai keputusan yang dipaksakan atau dilarang oleh klub. Real Madrid menerima permintaan untuk ikut dalam aksi solidaritas itu, tetapi pada saat yang sama menegaskan bahwa para pemain memiliki ruang untuk menentukan sikap masing-masing terkait penggunaan kaus tersebut.

Sikap Real Madrid terhadap Ceuta sebelumnya juga terlihat dalam pertandingan Liga Champions melawan Inter Milan pada Selasa lalu. Dalam laga itu, klub menggelar tifo di tribun pendukung fanatik sebagai dukungan untuk Ceuta. Para penggemar membentangkan plakat yang menampilkan bendera Ceuta. Aksi di stadion tersebut menunjukkan adanya ekspresi dukungan dari lingkungan klub terhadap wilayah itu, sementara pilihan pemain untuk mengenakan kaus sebelum pertandingan tetap diserahkan kepada individu masing-masing.

Inisiatif mengenakan kaus bertuliskan “Todos somos caballas” dipromosikan oleh Asosiasi Bisnis Valencia. Tidak semua klub memilih berpartisipasi dengan cara yang sama. Barcelona, misalnya, memutuskan untuk tidak mengenakan kaus tersebut ketika menghadapi Levante pada Minggu. Keputusan itu memperlihatkan bahwa respons terhadap inisiatif tersebut berbeda-beda di antara klub-klub yang terlibat dalam pertandingan.

Perhatian terhadap kaus solidaritas itu juga muncul dalam pertandingan lain. Pada Senin, pemain internasional Maroko Ez Abde menerima komentar kasar di media sosial setelah mengenakan kaus tersebut sebelum pertandingan Real Betis melawan Villarreal. Reaksi terhadap Abde menambah sorotan terhadap tindakan para pemain di sekitar pesan yang disampaikan melalui kaus itu.

Abde kemudian menyatakan bahwa ia tidak akan meminta maaf atas tindakannya. Ia menegaskan bahwa pesan yang ia kenakan merupakan bentuk dukungan terhadap komunitas dan gerakan sosial, bukan pesan yang bermuatan politis. Pernyataan tersebut menekankan cara Abde memandang penggunaan kaus itu sebagai ekspresi solidaritas, di tengah tanggapan yang muncul terhadap keputusannya untuk mengenakannya.

Dalam konteks Real Madrid, perbedaan tindakan para pemain sebelum laga melawan Elche berlangsung bersamaan dengan penegasan klub mengenai kebebasan berekspresi. Mbappe dan Vinicius memilih menutup tulisan pada kaus dan kemudian melepaskannya, sementara Konate memegang kausnya di tangan. Di sisi lain, klub menyampaikan bahwa setiap pemain dapat memutuskan sendiri apakah akan memakai kaus tersebut.

Situasi itu memperlihatkan bahwa aksi solidaritas sebelum pertandingan tidak selalu diterjemahkan dengan cara yang seragam oleh semua pihak. Real Madrid menyatakan menerima permintaan untuk ikut menunjukkan dukungan kepada Ceuta, tetapi tidak menjadikan pemakaian kaus itu sebagai kewajiban bagi pemain. Dengan demikian, klub menggabungkan partisipasi dalam aksi solidaritas dengan penghormatan terhadap pilihan pribadi para pemain.

Pesan “Todos somos caballas” sendiri tetap menjadi pusat dari momen sebelum pertandingan tersebut. Bagi para pemain dan klub yang memilih terlibat, kaus itu digunakan dalam rangka dukungan terhadap penduduk Ceuta setelah peristiwa penyeberangan ilegal pada Juli. Namun, respons yang berbeda dari pemain dan klub juga menunjukkan bahwa bentuk keterlibatan dalam aksi tersebut tidak sama bagi setiap pihak.

Real Madrid, melalui penjelasan pejabatnya kepada Reuters, menekankan bahwa perbedaan pendapat dapat hadir di dalam sebuah organisasi tanpa menghilangkan kebebasan individu. Klub memberi ruang kepada pemain untuk menentukan apakah mereka ingin mengenakan kaus dukungan itu. Pada saat yang sama, Real Madrid juga telah menampilkan dukungan untuk Ceuta melalui tifo dan plakat bendera Ceuta dalam pertandingan melawan Inter Milan.

Perbedaan antara ekspresi klub, tindakan kolektif sebelum pertandingan, dan pilihan personal pemain menjadi bagian dari perhatian setelah laga Elche melawan Real Madrid. Tidak ada keterangan bahwa pilihan Mbappe, Vinicius, dan Konate untuk tidak menampilkan kaus dengan cara yang sama seperti pemain lain mengubah sikap klub dalam menerima aksi solidaritas tersebut. Yang ditekankan Real Madrid adalah penghormatan terhadap hak setiap pemain untuk memilih.

Dengan posisi itu, Real Madrid membela kebebasan berekspresi pemainnya di tengah sorotan terhadap pesan solidaritas untuk Ceuta. Klub menyatakan dukungan terhadap kebebasan pemain untuk memiliki pendapat yang berbeda, seraya mengakui adanya permintaan untuk ikut menunjukkan solidaritas. Peristiwa sebelum pertandingan tersebut pun memperlihatkan adanya berbagai cara dalam menyikapi pesan yang sama, baik melalui kaus, aksi di tribun, maupun pilihan untuk tidak menampilkannya secara terbuka.

HOT NEWS

TRENDING

Villa Menang 3-2, Tottenham Kian Terbenam Meski Bangkit Terlambat

Brighton Hentikan Start Sempurna Arsenal dengan Kemenangan Telak 3-0 di Amex

Brighton Menggila, Coventry Tak Berdaya dan Terbenam di Dasar Klasemen

Barcelona Bertahan dari Kebangkitan Levante, Dua Gol Yamal dan Aksi Adeyemi Mengunci…

Hull Tahan Chelsea, Liverpool Gagal Menundukkan Fulham dalam Drama Liga Premier

Scroll to Top