#SKWNEWS skwslot
Sebelum Pamit, Glasner Ingin Membawa Palace ke Puncak Eropa Lebih Dulu
SKWNEWS – Oliver Glasner tahu betul bahwa hari-harinya bersama Crystal Palace sudah terhitung. Kontraknya berakhir Juni ini, dan ia sendiri yang mengumumkan kepergiannya jauh-jauh hari. Namun manajer asal Austria berusia 51 tahun itu menolak membiarkan bayang-bayang perpisahan menyelimuti ruang ganti dan mengganggu konsentrasi tim di momen paling krusial dalam sejarah klub. “Sekarang bukan waktunya untuk bersedih,” tegasnya. “Ini tentang tetap fokus.” Kalimat itu bukan sekadar retorika. Glasner benar-benar meyakininya, dan ia ingin seluruh skuadnya ikut percaya.
Crystal Palace sedang berada di ambang sejarah. Tim asal London selatan ini mengantongi keunggulan meyakinkan 3-1 dari leg pertama semifinal UEFA Conference League melawan Shakhtar Donetsk, dan pada Kamis malam, Selhurst Park akan menjadi panggung penentu: apakah The Eagles cukup gagah untuk melanjutkan penerbangan mereka menuju final di Leipzig pada 27 Mei, atau justru harus berhenti di sini. Bagi Glasner, laga tersebut bukan hanya tentang tiket ke partai puncak Eropa—ia berpotensi menjadi pertandingan terakhirnya sebagai juru taktik Palace sebelum benar-benar menutup lembaran bersama klub yang sudah ia bawa ke puncak kejayaan domestik.
Perjalanan Glasner di Selhurst Park adalah kisah yang tidak banyak diduga orang ketika ia pertama kali ditunjuk. Namun musim penuh pertamanya langsung menorehkan sejarah: Crystal Palace merengkuh trofi Piala FA 2025, gelar besar pertama dalam sejarah panjang klub yang selama ini selalu lapar namun kerap gigit jari. Euforia itu berlanjut ketika The Eagles juga mengangkat Community Shield di awal musim ini, menegaskan bahwa raihan Piala FA bukan keberuntungan semata, melainkan buah dari sebuah sistem yang sedang bertumbuh dengan penuh keyakinan.
Namun musim ini tidak sepenuhnya berjalan mulus. Upaya mempertahankan Piala FA kandas secara dramatis dan memalukan di babak ketiga, ketika Palace disingkirkan oleh Macclesfield—klub non-liga yang bahkan namanya tidak banyak dikenal publik sepak bola Inggris yang lebih luas. Kekalahan itu terasa seperti tamparan keras di wajah tim juara bertahan. Dan tidak lama setelah kekalahan mengejutkan itu, Glasner mengumumkan keputusannya: ia akan pergi di akhir musim. Sinyal kepergiannya dibaca banyak pihak sebagai bentuk protes diam-diam terhadap kebijakan transfer klub yang dianggap tidak sejalan dengan ambisi yang ia bayangkan.
Meski begitu, Glasner tidak membiarkan kekecewaan itu menjadi warisan yang ia tinggalkan. Dalam konferensi pers menjelang leg kedua melawan Shakhtar, ia tampil tenang dan berwibawa, berbicara bukan sebagai pelatih yang sedang menghitung hari kepergiannya, melainkan sebagai pemimpin yang sepenuhnya hadir untuk timnya. “Saya telah membuat keputusan dan saya punya alasan, tetapi seperti yang selalu saya katakan, kami ingin mengakhiri musim dengan cara terbaik—dan sekarang kami memiliki kesempatan untuk melakukannya,” ujarnya. Ia tidak mau momen ini dicemari oleh kesedihan atau nostalgia yang datang terlalu cepat.
Kepada para pemainnya, Glasner pun berpesan dengan cara yang khas—jujur, langsung, dan tanpa pretensi. Ia meminta mereka untuk tidak bermain demi dirinya, bukan sebagai hadiah perpisahan untuk sang pelatih yang sebentar lagi pergi. “Jangan lakukan apa pun untuk saya, lakukan untuk diri kalian sendiri, lakukan untuk klub, lakukan untuk para penggemar,” katanya, “karena memenangkan Conference League berarti kembali bermain di kompetisi Eropa tahun depan di Selhurst.” Kata-kata itu mengandung logika yang sederhana namun kuat: kemenangan ini bukan milik satu orang, melainkan milik sebuah institusi yang sedang membangun identitasnya di panggung Eropa.
Glasner juga tahu bagaimana menyentuh semangat kompetitif para pemainnya. Dengan nada yang sedikit jenaka namun penuh makna, ia menggambarkan bagaimana timnya sudah pernah merasakan manisnya kemenangan—dan tidak ingin berhenti di situ. “Para pemain telah merasakan manisnya kemenangan tahun lalu di Piala FA. Tahun ini adalah Liga Conference dan mereka menginginkan manisnya lagi. Mereka tidak akan puas hanya dengan alpukat, jadi mereka menginginkan sesuatu yang lebih manis.” Metafora itu mungkin terdengar ringan, tetapi pesannya tegas: nafsu juara sudah tertanam, dan tidak mudah untuk dipadamkan begitu saja.
Di luar segala romantisme perpisahan dan ambisi trofi, Glasner tetap menempatkan kedua kakinya di tanah. Kekalahan 3-0 dari Bournemouth di Premier League akhir pekan lalu menjadi pengingat bahwa Palace bukanlah tim yang kebal dari inkonsistensi. Dan Shakhtar, meski sedang dalam posisi tertekan, bukan lawan yang bisa diremehkan hanya karena tertinggal di leg pertama. “Kami membutuhkan penampilan hebat lainnya,” kata Glasner, “tetapi tentu saja kami akan bermain dengan penuh percaya diri di kandang. Kami tahu kami akan mendapatkan dukungan fantastis dari para penggemar kami.” Kalimat itu mencerminkan keseimbangan yang selalu ia jaga: antara optimisme dan kewaspadaan, antara kepercayaan diri dan kerendahan hati taktis.
Jika Crystal Palace berhasil melewati malam Kamis ini dengan selamat, mereka akan melangkah ke final dan berhadapan dengan salah satu dari Strasbourg atau Rayo Vallecano. Dan di sana, di Leipzig, di bawah lampu sorot yang menerangi panggung paling bergengsi yang pernah dicapai klub ini, Oliver Glasner mungkin akan menutup babnya di Selhurst dengan cara yang paling indah yang bisa ia bayangkan—bukan dengan kesedihan, melainkan dengan trofi.
-
13 May 2026Arsenal Selamat dari Gol Kontroversial di Ujung Laga, Lima Poin dari Puncak Impian
-
13 May 2026Olise Jadi Penyelamat Bayern di Tengah Malam Pahit Kane, Sementara Persaingan Eropa dan Degradasi Bundesliga Memanas Hingga Pekan Terakhir
-
13 May 2026Duel Raksasa Asia di Grup F: Jepang Berhadapan dengan Qatar demi Buktikan Dominasi di Piala Asia 2027
-
08 May 2026Kembali dari Jurang Cedera, Gvardiol Kejar Mimpi Piala Dunia Bersama Kroasia
-
07 May 2026Sebelum Pamit, Glasner Ingin Membawa Palace ke Puncak Eropa Lebih Dulu
-
07 May 2026Kompany dan Ketenangan Batin di Tepi Jurang: Bayern Siap Balas Dendam ke PSG
-
05 May 2026Malam Kelam di Stamford Bridge: Forest Hancurkan Chelsea dan Pertegas Ambisi Bertahan di Liga Primer
-
05 May 2026Mimpi Piala Dunia Iran Diuji: Lutut Gholizadeh, Bayangan Perang, dan Satu Nama yang Ditunggu-tunggu
-
04 May 2026Bangkit dari Luka, Inter Milan Kembali Berjaya: Scudetto Ketiga dalam Enam Musim
-
02 May 2026Emery Meledak Usai Anderson Lolos dari Kartu Merah, Aston Villa Tersungkur di Kandang Forest
HOT NEWS
TRENDING
#SKWNEWS #skwslot Menunggu 28 Tahun, Skotlandia Akhirnya Tiba — dan Kini Mereka Ingin Lebih dari Sekadar Hadir Dua puluh…
#SKWNEWS #skwslot Skandal Mata-mata di Lapangan Latihan: Southampton Dicoret, Middlesbrough Rebut Tiket Final Babak playoff Championship 2026 diguncang skandal…
#SKWNEWS #skwslot Dua Puluh Dua Tahun Menanti Berakhir Sudah: Arsenal Akhirnya Berdiri di Puncak Lagi Selasa dini hari waktu…
#SKWNEWS skwslot Arsenal Selamat dari Gol Kontroversial di Ujung Laga, Lima Poin dari Puncak Impian SKWNEWS – Ribuan fans…
#SKWNEWS skwslot Sebelum Pamit, Glasner Ingin Membawa Palace ke Puncak Eropa Lebih Dulu SKWNEWS – Oliver Glasner tahu betul…
-
Manchester United 2-0 PAOK, MU Raih Kemenangan Perdana di Liga Europa Berkat Brace Amad
-
Pelatih Dortmund, Sahin Lega Karena Beberapa Pemainnya Mulai Pulih Jelang Laga Kontra Freiburg
-
Setelah Kalah Beruntun Empat Kali City Diminta Menemukan Kembali Performa Terbaiknya
-
Brasil Masih Tertatih Dan Hanya Bermain Imbang 1-1 Saat Menjamu Uruguay
-
Argentina Menang Tipis 1-0 Atas Peru, Cukup Untuk Membawa 3 Poin dan Nyaman Di Puncak Klasemen Conmebol
-
Cukur Leicester 3-0, Manchester United Masih Butuh Banyak Kemenangan
-
Norwegia Bantai Kazakhstan 5-0, Haaland Cetak Hat-trick Untuk Norwegia Amankan Promosi Nations League
-
Dua Gol Marselino Tumbangkan Arab Saudi di Stadion Gelora Bung Karno
-
Barcelona Menunda Kembali Ke Camp Nou Hingga Pertengahan Februari Tahun Depan
-
Manajer Manchester City Pep Guardiola Menandatangani Perpanjangan Kontrak
-
Inggris Menyingkirkan Irlandia 5-0 dan Memuncaki Grup Nations League
-
Bundesliga: Gol Schick Membawa Leverkusen Meraih Kemenangan 2-1 di Union
-
Madrid Kalah Beruntun Di Santiago Bernabeu, Para Penggemar Kecewa
-
Bermain Imbang 1-1 Kontra Chelsea: Rekor Tanpa Kemenangan The Gunners Berlanjut di Stamford Bridge
-
La Liga: Barcelona Takluk Dari Las Palmas 1-2 di Kandang
-
Dua Gol Lewandowski Bantu Blaugrana Raih Kemenangan Meyakinkan 5-2 Kontra Red Star Belgrade
-
Brace Olmo Membawa Barcelona Semakin Menjauh di Puncak Klasemen
-
Serie A : Lookman Cetak Dua Gol Saat Atalanta Menghancurkan Napoli 3-0
-
Manchester United Menkonfirmasi Penunjukan Ruben Amorim Sebagai Manajer Baru MU
-
Tugas Berat Garuda Setelah Kalah Dari Jepang 4-0, Kini Harus Menang Kontra Arab Saudi