Skwnews Skwslot Berita Bola Terkini

#SKWNEWS   skwslot

Dari Rekor Promosi yang Memukau ke Jurang Degradasi: Burnley Resmi Lepas Scott Parker

 

SKWNEWS – Kisah Scott Parker bersama Burnley akhirnya menemui epilognya yang getir. Setelah hanya satu musim kembali merasakan panasnya Liga Primer Inggris, The Clarets resmi mengumumkan perpisahan dengan sang pelatih kepala pada Kamis, 30 April 2026 — sebuah keputusan yang datang tak lama setelah degradasi klub ke Championship dikonfirmasi, dan menutup babak paling kontradiktif dalam sejarah Burnley belakangan ini.

Pengumuman itu disampaikan melalui pernyataan resmi klub, yang menegaskan bahwa Parker dan dewan direksi telah “sepakat bahwa masa jabatannya di Turf Moor akan berakhir.” Frasa yang terdengar diplomatik itu, pada hakikatnya, menyimpan kenyataan pahit: sebuah proyek yang pernah tampak begitu menjanjikan telah runtuh dalam waktu kurang dari setahun di level tertinggi sepak bola Inggris.

Ironi terbesar dari perpisahan ini terletak pada kontras yang luar biasa antara dua musim berturut-turut. Pada musim 2024/25, Parker membawa Burnley melewati Championship dengan cara yang nyaris sempurna — mencatatkan rekor tak terkalahkan dalam 31 pertandingan sekaligus mengoleksi 30 clean sheet yang luar biasa, dua angka yang menjadi simbol dominasi dan konsistensi luar biasa di level kedua Inggris. Promosi itu bukan sekadar kemenangan di atas kertas; itu adalah perjalanan yang memecahkan rekor dan membakar semangat seluruh kota Burnley. Namun musim 2025/26 di Liga Primer bercerita sepenuhnya berbeda. Tim yang sama — atau setidaknya, klub yang sama — tiba-tiba terlihat rapuh, kalah bersaing, dan tak berdaya menghadapi kerasnya kompetisi di level teratas. Hanya empat kemenangan liga yang berhasil diraih sepanjang musim, sebuah torehan yang jelas jauh dari cukup untuk mempertahankan tempat di antara klub-klub elit Inggris.

Kepastian degradasi itu sendiri datang dengan cara yang menyakitkan: sebuah kekalahan kandang 1-0 dari Manchester City, di depan pendukung sendiri di Turf Moor. Burnley pun harus menerima nasib yang sama dengan Wolverhampton Wanderers, yang lebih dulu mengemas barang dan kembali ke Championship. Dua klub, satu musim, satu takdir.

Meski begitu, Burnley FC tidak melepas Parker dengan tangan kosong dari sisi penghargaan. Dalam pernyataan resminya, klub berterima kasih secara tulus atas apa yang telah ditorehkan mantan gelandang internasional Inggris berusia 45 tahun itu selama masa jabatannya. “Selama masa jabatannya di Turf Moor, Parker memimpin The Clarets meraih musim yang memecahkan rekor pada musim 2024/25, mengamankan promosi Burnley dari Championship ke Premier League, dengan rekor tak terkalahkan dalam 31 pertandingan, dan mencatatkan 30 clean sheet yang luar biasa,” tulis klub dalam pernyataan tersebut. “Klub ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada Scott atas profesionalisme, dedikasi, dan kontribusinya. Ia pergi dengan rasa hormat dan terima kasih dari semua orang yang terkait dengan Burnley Football Club.”

Parker sendiri tak luput menyuarakan perasaannya. Melalui pernyataan yang diterbitkan di situs resmi klub, ia menyebut memimpin Burnley sebagai sebuah “hak istimewa yang luar biasa.” Ia mengakui bahwa kepergiannya adalah langkah yang ia yakini tepat dilakukan saat ini. “Saya menikmati setiap momen perjalanan kita bersama, tetapi merasa bahwa sekarang adalah waktu yang tepat bagi kedua belah pihak untuk bergerak ke arah yang berbeda,” ujarnya. Tak lupa, ia mengenang musim promosi sebagai puncak yang akan selalu ia banggakan. “Saya mengenang kembali dengan penuh kebanggaan apa yang telah kita capai selama masa jabatan saya di klub, terutama musim promosi kita yang tak terlupakan pada 2024/25, dan merupakan suatu kehormatan sejati untuk memimpin tim ini ke Premier League,” tambahnya.

Sementara kursi pelatih kepala untuk sementara diisi oleh Mike Jackson, asisten setia Parker yang ditunjuk menangani empat sisa pertandingan Liga Primer musim ini. Laga perdana Jackson sebagai caretaker manager langsung menanti pada hari Jumat, ketika Burnley menjamu Leeds United — sebuah duel yang ironisnya mempertemukan dua klub dengan nasib serupa di papan bawah kompetisi. Burnley juga telah mengonfirmasi bahwa proses pencarian pelatih kepala tetap untuk musim 2026/27 resmi dimulai, menandai babak baru yang akan segera dibuka di Turf Moor.

Bagi Parker, perjalanan ini meninggalkan warisan yang ambigu namun tak sepenuhnya suram. Promosi bersejarah itu akan selalu menjadi bagian dari catatan emas Burnley, dan namanya akan dikenang sebagai arsitek dari salah satu kampanye Championship paling mengesankan dalam memori kolektif para pendukung The Clarets. Namun sepak bola, seperti biasa, selalu menuntut lebih — dan musim Premier League yang menyiksa ini menjadi pengingat keras bahwa kesuksesan di satu level belum tentu menjamin kelangsungan di level berikutnya.

HOT NEWS

TRENDING

Permata Old Trafford Tak Ke Mana-Mana: Kobbie Mainoo Ikat Diri di Manchester…

Dari Rekor Promosi yang Memukau ke Jurang Degradasi: Burnley Resmi Lepas Scott…

Akhir Bersama The Reds : Van Dijk Pastikan Salah Tetap Dapat Penghormatan…

Gol Melengkung Eze dan Napas Lega Arteta: Arsenal Merebut Kembali Takhta Liga…

Drama di Allianz Arena: Kett Cetak Gol, Lalu Diusir — Barcelona dan…

Scroll to Top