Skwnews Skwslot Berita Bola Terkini

#SKWNEWS   skwslot

Gol Menit Terakhir Bellerin Hancurkan Mimpi Madrid, Barcelona Nyaris Pastikan Gelar Juara La Liga

 

SKWNEWS – Malam Jumat di Estadio Benito Villamarín terasa begitu kejam bagi Real Madrid. Ketika peluit nyaris ditiup dan kemenangan tipis sudah ada di tangan, sebuah bola liar di kotak penalti sendiri dalam detik-detik dramatis masa perpanjangan waktu menghapus semua itu dalam sekejap. Hector Bellerin, bek veteran Real Betis, menjadi algojo tak terduga yang menjebol gawang Andriy Lunin pada menit ke-93 untuk memastikan hasil imbang 1-1 — sebuah pukulan telak bagi asa Madrid yang memang sudah sangat tipis dalam perburuan gelar La Liga musim 2025-26.

Hasil ini semakin mempertegas dominasi Barcelona di puncak klasemen. Dengan hanya tersisa satu pertandingan sebelum laga berikutnya bergulir, Blaugrana mengoleksi 82 poin, unggul delapan angka dari Real Madrid di posisi kedua. Dan situasi bisa semakin suram bagi Los Blancos: pada hari Sabtu, Barcelona dijadwalkan menjamu Getafe — lawan yang jauh lebih lemah — dan jika menang, keunggulan mereka akan menganga menjadi 11 poin. Gelar juara berturut-turut bagi tim asuhan Hansi Flick itu pun nyaris tak bisa dihindari.

Ironinya, selama sebagian besar pertandingan di Sevilla malam itu, Madrid tampak berada di jalur yang benar. Keunggulan datang di menit ke-17 lewat aksi yang indah dari Federico Valverde. Gelandang Uruguay itu melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang membuat kiper Betis, Alvaro Valles, kesulitan. Valles hanya mampu menepis bola, namun tepisan itu justru mengarah langsung kepada Vinicius Jr. yang berdiri sigap di dalam kotak. Tanpa membuang waktu, Vinicius bereaksi cepat dan melepaskan tembakan akurat yang bersarang tepat di dalam tiang kanan gawang — gol yang lahir dari naluri murni seorang penyerang kelas dunia.

Madrid seolah hendak memperbesar keunggulan tak lama setelah itu. Jude Bellingham mendapat peluang emas untuk membuat skor menjadi 2-0, namun upayanya gagal menembus pertahanan Betis yang mulai mengorganisir diri. Perlahan tapi pasti, tuan rumah mulai menemukan ritme permainannya dan mengambil alih kendali lapangan tengah. Tekanan Betis semakin nyata, dan Lunin harus tampil sebagai penyelamat sebelum jeda babak pertama. Kiper asal Ukraina itu tampil luar biasa dengan tiga penyelamatan gemilang — dua di antaranya menggagalkan peluang berbahaya Cedric Bakambu, dan dua lagi memadamkan ancaman Antony yang tengah bermain penuh semangat melawan mantan klubnya.

Babak kedua dibuka dengan Madrid yang kembali menguasai bola dan mencoba mendikte tempo permainan. Namun penguasaan itu tidak diikuti dengan ketajaman di depan gawang. Kylian Mbappe, yang diharapkan menjadi pembeda, justru melewati malam yang mengecewakan. Penyerang asal Prancis itu melepaskan tembakan melambung jauh di atas mistar gawang setelah menerima umpan dari Trent Alexander-Arnold. Beberapa menit kemudian, ia sempat merayakan gol setelah kembali menerima umpan dari bek sayap Inggris itu dari sisi kanan — namun wasit menganulirnya karena Mbappe berada dalam posisi offside. Madrid menyia-nyiakan peluang demi peluang untuk membunuh pertandingan.

Lunin kembali menjadi pahlawan di menit ke-65 dengan penyelamatan satu tangan yang luar biasa untuk menggagalkan upaya Cucho Hernandez, sebelum kembali mengulang aksinya sembilan menit kemudian dengan menggagalkan tembakan Natan. Di sisi lain, Vinicius yang memberikan gol di babak pertama pun turut andil dalam pemborosan peluang — ia menyia-nyiakan kesempatan emas setelah lari cemerlang dari sisi kiri, namun penyelesaian akhirnya tidak cukup baik untuk menambah keunggulan Madrid.

Dan kemudian datanglah menit ke-93 — momen yang akan dikenang dengan pahit oleh para pendukung Los Blancos. Ferland Mendy kehilangan penguasaan bola kepada Antony di dalam kotak penalti sendiri, memicu kekacauan dan kepanikan di lini belakang Madrid. Di tengah kerumunan kaki yang berebut bola, si kulit bundar jatuh tepat ke kaki Bellerin. Tanpa berpikir panjang, bek kawakan itu melepaskan tembakan rendah yang melewati hutan kaki para pemain dan bersarang di dalam gawang Lunin yang tak berdaya.

“Dalam situasi seperti itu, tidak banyak yang perlu dipikirkan,” ujar Bellerin kepada DAZN setelah pertandingan. “Saya bukan tipe orang yang menembak dari jarak jauh; saya mencari umpan silang. Di tengah kerumunan kaki, bola masuk.” Bellerin juga menegaskan bahwa Betis layak mendapat lebih dari sekadar satu poin malam itu. “Saya rasa kami mengendalikan sebagian besar pertandingan dan pantas mendapatkan lebih dari sekadar satu poin. Tidak meraih kemenangan terasa tidak adil bagi saya. Mereka tim yang brilian, tetapi kami memiliki banyak peluang mencetak gol. Kiper berhasil menyelamatkan semuanya. Kami puas karena ini hasil yang bagus.”

Bagi Real Madrid dan pelatih Alvaro Arbeloa, hasil imbang ini bukan sekadar dua poin yang terlepas — ini adalah pukulan yang hampir memastikan mereka harus melepas gelar juara kepada rival abadi mereka. Madrid kini membutuhkan rangkaian kemenangan hampir sempurna dalam sisa pertandingan, ditambah keajaiban berupa serangkaian hasil buruk dari Barcelona, untuk bisa kembali memuncaki klasemen. Skenario yang secara matematis masih mungkin, namun secara realistis hampir mustahil.

Satu-satunya mercusuar harapan yang tersisa bagi Madrid adalah El Clasico di Camp Nou pada 10 Mei — pertemuan akbar dua rival bersejarah La Liga yang kini sarat tekanan dan dramaturgi tinggi. Namun dengan Barcelona yang bermain setenang dan seefisien ini sepanjang musim, bahkan kemenangan di El Clasico pun mungkin tidak akan cukup untuk membalikkan keadaan. Mahkota La Liga musim 2025-26 kian jelas mengarah ke tangan Blaugrana.

HOT NEWS

TRENDING

Gol Melengkung Eze dan Napas Lega Arteta: Arsenal Merebut Kembali Takhta Liga…

Drama di Allianz Arena: Kett Cetak Gol, Lalu Diusir — Barcelona dan…

Gol Menit Terakhir Bellerin Hancurkan Mimpi Madrid, Barcelona Nyaris Pastikan Gelar Juara…

Mbappe dan Vinicius Nyalakan Kembali Asa Madrid, Bernabeu Bergemuruh dalam Kemenangan Dramatis…

Delapan Tahun Berakhir dengan Tragis: Wolverhampton Wanderers Resmi Terdegradasi dari Liga Primer…

Scroll to Top