Skwnews Skwslot Berita Bola Terkini

#SKWNEWS   skwslot

Bangkit dari Luka, Inter Milan Kembali Berjaya: Scudetto Ketiga dalam Enam Musim

 

SKWNEWS Inter Milan mengukuhkan diri sebagai penguasa sejati Serie A musim ini setelah meraih gelar liga ketiga mereka dalam enam musim terakhir. Kemenangan telak 2-0 atas Parma di hadapan ribuan pendukung yang memadati San Siro pada 4 Mei 2026 menjadi momen penobatan yang tak terlupakan bagi klub dan seluruh Nerazzurri di penjuru dunia.

Laga itu sendiri berjalan sesuai skenario tuan rumah sejak menit-menit awal. Marcus Thuram menjadi sosok pembuka jalan kemenangan, mencetak gol dengan tendangan kaki bagian luar yang memukau sesaat sebelum wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama. Keunggulan itu lalu dipertegas oleh Henrikh Mkhitaryan di babak kedua, yang menuntaskan perlawanan Parma sekaligus meresmikan pesta gelar bagi Inter. Dengan masih tersisa tiga laga di musim reguler, Inter sudah terlampau jauh untuk dikejar — unggul 12 poin atas juara bertahan Napoli dan 15 poin di atas AC Milan yang menghuni posisi ketiga klasemen.

Gelar ini bukan sekadar angka dalam statistik. Ini adalah titel Serie A ke-21 sepanjang sejarah Inter Milan, sebuah pencapaian yang terasa jauh lebih bermakna bila ditilik dari latar belakang musim-musim penuh gejolak yang mendahuluinya. Kurang dari setahun yang lalu, Inter masih menanggung dua luka yang dalam: kehilangan perebutan gelar 2025 hanya karena selisih satu poin, lalu dipermalukan Paris Saint-Germain dengan skor telak 5-0 di final Liga Champions. Dua kekalahan itu bukan kekalahan biasa — keduanya meninggalkan trauma yang nyata di tubuh skuad maupun di benak para pendukung.

Namun dari abu kepedihan itulah Inter bangkit. Dan di balik kebangkitan itu, ada nama yang tak disangka-sangka muncul sebagai arsitek utama: Cristian Chivu. Mantan bek andalan Inter yang kini beralih ke kursi kepelatihan ini ditunjuk pada Juni lalu untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Simone Inzaghi — pelatih yang selama empat musim mempersembahkan enam trofi dan dua kali membawa Inter ke final Liga Champions, sebelum akhirnya tergoda tawaran berlimpah dari Arab Saudi. Penunjukan Chivu waktu itu mengejutkan banyak kalangan; ia praktis masih seorang pendatang baru di level tertinggi kepelatihan.

Namun Chivu membuktikan bahwa ketenangan dan pendekatan yang terukur bisa berbicara lebih keras daripada reputasi. Dengan langkah-langkah kecil yang konsisten, ia perlahan meniupkan semangat baru ke dalam tubuh tim yang sempat goyah kepercayaan dirinya. Ia tidak merombak segalanya sekaligus, melainkan membangun kembali fondasi, memulihkan kepercayaan diri pemain, dan menjaga ritme tim agar tetap stabil sepanjang musim yang panjang dan berliku. Hasilnya kini berbicara sendiri di klasemen akhir Serie A.

Perjalanan musim ini belum sepenuhnya usai. Inter masih menyimpan satu peluang emas untuk menciptakan sejarah yang lebih besar: gelar ganda liga dan piala, yang bila terwujud akan menjadi treble ketiga dalam sejarah panjang klub. Untuk itu, mereka harus menaklukkan Lazio di final Coppa Italia yang dijadwalkan berlangsung pada 13 Mei di Stadion Olimpiade, Roma. Satu laga lagi. Satu mimpi yang masih bisa diraih.

HOT NEWS

TRENDING

Skwslot : Menunggu 28 Tahun, Skotlandia Akhirnya Tiba — dan Kini Mereka…

Skwslot : Skandal Mata-mata di Lapangan Latihan Southampton Dicoret, Middlesbrough Rebut Tiket…

Skwslot : Dua Puluh Dua Tahun Menanti Berakhir Sudah: Arsenal Akhirnya Berdiri…

Arsenal Selamat dari Gol Kontroversial di Ujung Laga, Lima Poin dari Puncak…

Sebelum Pamit, Glasner Ingin Membawa Palace ke Puncak Eropa Lebih Dulu

Scroll to Top