Skwnews Skwslot Berita Bola Terkini

#SKWNEWS   skwslot

James Milner, Pemecah Rekor Liga Premier yang Melewati Segalanya, Resmi Gantung Sepatu di Usia 40 Tahun

 

SKWNEWS James Milner resmi mengakhiri perjalanan panjangnya di dunia sepak bola profesional. Gelandang veteran asal Inggris itu mengumumkan pensiunnya setelah menghabiskan 24 musim di Liga Premier — sebuah rentang karier yang sulit ditandingi oleh pemain mana pun di era modern. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Milner melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, dan seketika menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar sepak bola Inggris maupun dunia.

Milner mengakhiri kariernya bersama Brighton & Hove Albion, klub tempat ia berlabuh sejak 2023 setelah berstatus bebas transfer. Di sinilah ia menorehkan pencapaian terakhir yang sangat bersejarah: melampaui rekor penampilan terbanyak sepanjang masa di Liga Premier. Pada bulan Februari lalu, Milner resmi melewati torehan milik Gareth Barry sebanyak 653 pertandingan. Saat karernya benar-benar usai, Milner telah membukukan total 658 penampilan di Liga Premier — angka yang kini menjadi standar baru yang menakjubkan untuk dikejar oleh generasi mendatang.

Kisah Milner bermula dari kota Leeds, tempat ia lahir dan tumbuh sebagai penggemar setia klub lokalnya. Pada usia 16 tahun, ia diberi kesempatan untuk menjalani debut profesional bersama Leeds United di Liga Premier — bukan sekadar debut biasa. Pada tahun 2002, tepatnya saat berusia 16 tahun dan 356 hari, Milner mencetak gol dan langsung tercatat dalam buku sejarah sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah Liga Premier. Sebuah pencapaian luar biasa untuk seorang remaja yang baru saja memulai segalanya.

Rekor itu memang kemudian tumbang — pertama oleh James Vaughan, kemudian oleh Max Dowman — namun momen tersebut menjadi fondasi dari narasi karier Milner yang terus berkembang selama lebih dari dua dekade. Dalam unggahannya, Milner sendiri mengakui betapa ia tidak pernah menyangka hidupnya akan berlangsung seperti itu. “Dari melakukan debut untuk Leeds, klub yang saya dukung sejak kecil, pada usia 16 tahun dan menjadi pencetak gol termuda di Liga Premier, saya tidak pernah membayangkan perjalanan yang telah saya lalui,” tulisnya dengan penuh syukur.

Selepas dari Leeds, Milner melanjutkan petualangannya ke Newcastle United, lalu ke Aston Villa. Di kedua klub tersebut, ia mulai menunjukkan kualitas yang membuatnya diperhitungkan secara nasional maupun Eropa: kerja keras tanpa henti, kemampuan adaptasi yang tinggi, dan mentalitas profesional yang jarang dimiliki banyak pemain. Konsistensi itulah yang kemudian menarik perhatian Manchester City, yang merekrutnya pada tahun 2010.

Di bawah naungan City, Milner meraih dua gelar Liga Premier sebagai bagian dari generasi awal kebangkitan klub dari Manchester itu. Ia bukan sekadar pelapis, melainkan pemain andalan yang sering menjadi penentu tempo permainan. Bersama City pula ia mengoleksi berbagai trofi domestik yang menjadi bagian penting dari rekam jejak kariernya.

Babak paling gemilang dalam karier Milner tiba saat ia bergabung dengan Liverpool pada tahun 2015. Di Anfield, di bawah asuhan pelatih Jurgen Klopp, Milner menemukan lingkungan yang cocok dengan karakter kepemimpinannya. Ia dipercaya sebagai kapten, menjadi panutan di ruang ganti, dan terus tampil di level tertinggi meski usianya terus bertambah. Puncaknya datang pada tahun 2019, saat Liverpool mengangkat trofi Liga Champions untuk keenam kalinya setelah mengalahkan Tottenham Hotspur di final Madrid — sebuah malam yang tak akan pernah terlupakan oleh siapa pun yang menyaksikannya, termasuk Milner sendiri.

Tak berhenti di situ, bersama Liverpool ia juga menyempurnakan koleksi gelar Liga Premier-nya dengan satu trofi tambahan, yang berarti ia telah memenangkan Liga Premier sebanyak tiga kali sepanjang karier — dua bersama City, satu bersama Liverpool. Pencapaian itu menjadikannya salah satu dari sedikit pemain yang pernah meraih trofi bergengsi tersebut bersama lebih dari satu klub.

Di level internasional, Milner juga menjalani karier yang patut dibanggakan. Ia tampil sebanyak 61 kali untuk tim nasional Inggris, berpartisipasi dalam dua edisi Piala Eropa dan dua Piala Dunia. Jika digabungkan dengan seluruh penampilan di level klub, Milner telah menorehkan total 964 penampilan untuk klub dan negara — sebuah angka yang mencerminkan betapa ia adalah salah satu pemain tersibuk dan paling konsisten yang pernah muncul dari Inggris.

“Setelah 24 musim di Liga Premier, rasanya ini waktu yang tepat untuk mengakhiri karier bermain saya,” tulis Milner dalam pernyataan pensiunnya. Kalimat yang sederhana, namun mengandung bobot perjalanan yang sangat panjang dan kaya. Dalam unggahan yang sama, ia juga menatap ke belakang dengan penuh rasa terima kasih atas semua momen yang telah ia alami, baik suka maupun duka. “Saya cukup beruntung dapat mengalami beberapa momen tak terlupakan, mulai dari berjuang untuk bertahan hidup hingga memenangkan trofi, bermain di Eropa, dan mewakili negara saya, Inggris, di dua Kejuaraan Eropa dan dua Piala Dunia,” ungkapnya.

Namun di balik semua gelar dan rekor itu, ada satu hal yang tampaknya lebih Milner hargai daripada semua pencapaian di atas lapangan. “Lebih dari segalanya, orang-orang dan persahabatan yang saya jalin sepanjang karier saya akan selalu saya hargai,” tulisnya, menutup pernyataan yang menyentuh itu dengan kalimat yang mencerminkan siapa sesungguhnya James Milner — bukan sekadar pemain sepak bola berprestasi, melainkan sosok manusia yang menempatkan hubungan antarmanusia di atas segalanya.

Dunia sepak bola Inggris kini resmi kehilangan salah satu pelakunya yang paling setia dan berdedikasi. James Milner mungkin tidak selalu menjadi bintang yang paling bersinar di setiap tim yang ia bela, tetapi ia hampir selalu menjadi orang yang paling dibutuhkan — dan itulah warisan yang jauh lebih bertahan lama dari rekor mana pun.

HOT NEWS

TRENDING

Khaldoon Ungkap Guardiola Sempat Ingin Mundur Berkali-kali Sebelum Akhirnya Tinggalkan Manchester City

Liverpool Resmi Tunjuk Andoni Iraola, Harapan Baru Setelah Musim yang Mengecewakan

Lima Tahun yang Mengubah Segalanya: Marco Silva Tinggalkan Fulham, Benfica Menanti sang…

James Milner, Pemecah Rekor Liga Premier yang Melewati Segalanya, Resmi Gantung Sepatu…

Haaland Raih Sepatu Emas Ketiga, Tapi Gelar Juara Justru Lepas ke Tangan…

Scroll to Top