Skwnews Skwslot Berita Bola Terkini

#SKWNEWS   skwslot

Dua Gol Sesko Tak Selamatkan United: Era Pascapemecatan Amorim Dimulai dengan Hasil Imbang Pahit di Markas Burnley

 

SKWNEWS – Pemecatan Ruben Amorim tidak langsung mengubah peruntungan Manchester United. Dua gol Benjamin Sesko hanya cukup mengamankan hasil imbang 2-2 di markas Burnley, meski tuan rumah sedang terpuruk. Burnley yang berada di posisi kedua terbawah memetik satu poin lewat gol bunuh diri Ayden Heaven dan sepakan indah Jaidon Anthony, sementara United kembali menyia-nyiakan kesempatan untuk merangsek ke empat besar setelah gagal menang untuk kelima kalinya dalam enam pertandingan liga.

Rentetan hasil mengecewakan itu, disertai perselisihan Amorim dengan direktur sepak bola Jason Wilcox, berujung pada perpisahan pada awal pekan. Tanggung jawab sementara jatuh ke tangan Darren Fletcher, mantan gelandang United, yang langsung merombak pendekatan permainan. Ia kembali ke sistem empat bek, meninggalkan formasi 3-4-3 yang kerap dikambinghitamkan atas serangkaian inkonsistensi di era Amorim. Kabar baiknya, kapten Bruno Fernandes pulih tepat waktu dan kembali mengatur tempo dari lini kedua, sementara Fletcher turut memasukkan putranya, Jack, ke bangku cadangan sebagai opsi darurat.

Burnley datang dengan catatan tanpa kemenangan sejak akhir Oktober dan tertinggal delapan poin dari zona aman, namun mereka pernah nyaris mempermalukan United di Old Trafford awal musim ini sebelum penalti Bruno di waktu tambahan memastikan kemenangan 3-2 untuk Setan Merah. Memori itu tampak membangkitkan kepercayaan diri tuan rumah. Mereka agresif sejak awal, memadukan pressing tinggi dengan eksploitasi sisi lapangan. Keberuntungan berpihak saat umpan silang Bashir Humphreys mengenai Heaven dan melambung ke sudut jauh, membuat Burnley unggul tanpa perlu menciptakan peluang bersih yang berarti. United sempat menyamakan kedudukan lewat sontekan Lisandro Martinez, tetapi gol itu dianulir secara kontroversial karena dianggap ada pelanggaran sebelumnya terhadap Kyle Walker. Untuk menambah frustrasi, dua kali upaya Setan Merah dipatahkan sapuan di garis gawang oleh Humphries dan Maxime Esteve. Babak pertama berakhir dengan United tertinggal dan emosi memuncak.

Fletcher menuntut respons cepat usai jeda dan yang diharapkan datang melalui figur yang tepat. Sesko, yang sempat kesulitan menemukan ketajaman sejak direkrut dari RB Leipzig dengan biaya yang bisa mencapai £74 juta, menyamakan kedudukan lewat penyelesaian klinis setelah menerima umpan terobosan cerdas dari Bruno. Kepercayaan diri penyerang Slovenia itu mengalir. Tak lama berselang, ia mengarahkan umpan silang Patrick Dorgu dengan sentuhan halus melewati Martin Dubravka untuk membalikkan skor—dua gol yang dalam sekejap menggandakan total golnya di United dari dua menjadi empat. Pergerakan vertikal, pemanggungan ruang di belakang bek, serta relasi umpan cepat dari lini tengah membuat United tampak lebih hidup dan lebih langsung.

Namun fase dominan itu tak bertahan lama. Fletcher menarik keluar Bruno untuk mencegah risiko kambuhnya cedera hamstring, keputusan yang masuk akal secara medis tetapi berdampak pada kontrol United di sepertiga tengah. Kehilangan pengatur irama, jarak antarlini mulai renggang. Burnley memanfaatkan celah. Anthony diberi terlalu banyak ruang untuk berbalik di tepi kotak penalti sebelum melepas tembakan melengkung brilian ke pojok atas yang tak terjangkau, menyamakan kedudukan dan mengembalikan momentum ke kubu tuan rumah. United berusaha merespons di menit-menit akhir; talenta muda Shea Lacey hampir menjadi pahlawan saat tembakan jarak jauhnya menghantam mistar gawang—momen yang merangkum betapa tipisnya margin yang memisahkan tiga poin dan satu poin di malam itu.

Secara taktik, United menunjukkan kilasan ide yang menjanjikan: struktur empat bek membuat progresi bola lebih bersih, sementara kehadiran Bruno menambah jalur umpan vertikal ke Sesko. Tetapi transisi negatif dan pengelolaan ritme setelah perubahan personel kembali menjadi kendala. Keputusan melindungi Bruno dapat dimengerti, namun absennya figur pengikat di lini tengah membuat United kesulitan menenangkan permainan, terutama ketika Burnley meningkatkan agresi. Dari perspektif individu, Sesko memberi modal optimisme: ketenangan penyelesaian, timing lari di garis terakhir, dan kemampuannya membuka ruang tampak kian sinkron dengan kebutuhan tim. Hanya saja, tanpa kontrol posisional yang konsisten, gol-gol itu belum cukup mengantar United menutup laga dengan kemenangan.

Bagi Burnley, satu poin ini bukan sekadar angka di klasemen. Ini adalah suntikan moral penting di tengah rangkaian tanpa kemenangan yang panjang. Mereka menunjukkan keberanian untuk terus menekan dan disiplin bertahan ketika tertekan; sapuan-sapuan krusial di garis gawang dan determinasi di duel udara menahan laju kebangkitan United. Meski tetap terperangkap di posisi kedua terbawah dan jarak ke zona aman masih menganga, performa ini memberi dasar untuk berharap pada kebangkitan di pekan-pekan berikutnya.

Di sisi klasemen, hasil imbang membuat United turun ke peringkat ketujuh, disalip Brentford dan Newcastle, serta tertinggal dua poin dari Liverpool di posisi keempat. Masih ada waktu untuk memperbaiki, tetapi margin kesalahan kian menipis. Dengan kursi pelatih interim masih menjadi perbincangan—nama Ole Gunnar Solskjaer dan Michael Carrick santer dikaitkan—Fletcher untuk sementara harus menemukan keseimbangan antara mengangkat performa, merawat kebugaran pilar utama seperti Bruno, dan menjaga moral skuat yang baru saja melalui pergantian nahkoda. Malam di Turf Moor pada akhirnya menjadi cermin: ada nyala di lini depan melalui Sesko, tetapi tanpa kontrol dan ketangguhan kolektif hingga peluit akhir, United berisiko terus tersandung dalam perburuan empat besar.

HOT NEWS

TRENDING

Panggung Penebusan di Camp Nou: Barcelona Libas Levante 3-0, Tahta La Liga…

Mac Allister Selamatkan Liverpool, Forest Kian Terhimpit di Tepi Zona Degradasi

FIFA Siapkan ‘Hukum Prestianni’: Aturan Anti-Rasisme yang Melarang Pemain Menutupi Mulut Saat…

Brace Patrik Schick Bungkam Piraeus: Leverkusen Curi Kemenangan Bersejarah 2-0 atas Olympiacos

Laga Playoff Liga Champions : Laga Penuh Drama, Atletico Dipaksa Bermain Imbang…

Scroll to Top