Skwnews Skwslot Berita Bola Terkini

#SKWNEWS   skwslot

Juventus Mengamuk di Allianz: Hajar Cremonese 5-0, Bianconeri Meloncat ke Posisi Tiga Serie A

 

SKWNEWS Juventus mencatatkan kemenangan paling telak mereka musim ini dengan menghantam Cremonese 5-0, hasil yang mengangkat Bianconeri ke peringkat ketiga klasemen sementara Serie A. Ini adalah kemenangan kelima dalam enam laga liga terakhir, membuat Juventus menyamai perolehan poin Napoli dan Roma, namun unggul atas keduanya melalui selisih gol. Di papan atas, Inter Milan menjaga jarak tiga poin dari AC Milan. Baik dua tim teratas maupun juara bertahan Napoli masih memiliki satu pertandingan tunda, sehingga persaingan menuju paruh kedua musim kian rapat.

Laga baru berjalan 12 menit ketika Juventus membuka keunggulan lewat momen keberuntungan. Gleison Bremer, yang jarang mencoba dari jarak jauh, melepaskan tembakan keras yang membentur pemain lawan sehingga mengecoh Emil Audero dan membuat sang kiper terpaku. Dua menit berselang, tuan rumah menggandakan skor melalui skema serangan balik cepat. Khéphren Thuram menusuk dan mengirim umpan terobosan presisi yang diselesaikan Jonathan David dengan dingin untuk menegaskan dominasi awal Juventus.

Ketajaman Juventus kian terasa ketika tensi pertandingan memuncak akibat keputusan wasit. Pelatih Cremonese, Davide Nicola, diusir dari area teknis setelah memprotes keras keputusan VAR yang tidak menghadiahkan penalti bagi timnya. Emosi di kubu tim tamu belum reda, namun petaka justru hadir di sisi lain lapangan. Juventus memperoleh penalti menjelang jeda; Audero sempat menepis eksekusi Kenan Yildiz ke tiang, tetapi gelandang serang Turki itu sigap menyambar bola rebound untuk memastikan skor 3-0 saat turun minum.

Begitu babak kedua dimulai, Juventus tak mengendur. Hanya dua menit usai jeda, tekanan tuan rumah kembali berbuah gol keempat. Weston McKennie terlibat langsung dalam prosesnya, walau pada akhirnya sentuhan Filippo Terracciano di garis gawang membuat bola masuk dan tercatat sebagai gol bunuh diri yang semakin meruntuhkan moral Cremonese. McKennie memastikan namanya benar-benar masuk papan skor beberapa saat kemudian lewat sundulan jarak dekat yang terarah, melengkapi pesta lima gol Juventus dan mengunci tiga poin tanpa cela.

Kemenangan ini bukan hanya cerminan superioritas hasil, tetapi juga penegasan efisiensi di kedua kotak penalti. Juventus tajam dalam transisi, efektif memanfaatkan ruang antarlini, dan klinis ketika peluang tercipta. Thuram berulang kali menjadi pemicu progresi vertikal, David menunjukkan penempatan posisi yang cerdas, sementara Yildiz menampilkan ketenangan meski sempat digagalkan dari titik putih. Bremer—yang biasanya menjadi jangkar di lini belakang—menambahkan dimensi tak terduga dengan gol pembuka, sekaligus menegaskan bahwa Juventus memiliki kontribusi gol yang merata dari berbagai lini. Di sisi lain, Cremonese yang kini melalui enam laga tanpa kemenangan tetap tertahan di posisi ke-13, dihantui rapuhnya konsentrasi dan kegagalan menjaga struktur bertahan saat menghadapi gelombang serangan beruntun.

Secara kontekstual, hasil ini memperketat rombongan papan atas. Juventus bukan hanya memoles selisih gol, melainkan juga mengirim sinyal konsistensi di tengah jadwal yang menuntut. Dengan para pesaing langsung masih memegang satu laga tunda, setiap poin dan setiap detail—dari efektivitas bola mati hingga disiplin transisi—bisa menjadi pembeda tipis dalam perebutan posisi Liga Champions.

Di pertandingan lain, Genoa akhirnya mengakhiri periode kering kemenangan lebih dari sebulan lewat hasil meyakinkan 3-0 atas Cagliari. Lorenzo Colombo membuka skor pada menit ketujuh setelah menerima umpan terobosan cermat dari Ruslan Malinovskyi, penyelesaian rendahnya tak terbendung. Morten Frendrup menggandakan keunggulan memasuki menit ke-75, sebelum bek tengah Norwegia, Leo Skiri Østigård, menuntaskan malam sempurna hanya beberapa detik kemudian melalui tandukan rapi. Kemenangan ini mengakhiri laju negatif Genoa yang sebelumnya berisi tiga kekalahan dan dua hasil imbang, mengangkat mereka ke posisi ke-15—unggul selisih gol atas Cagliari. Keduanya tetap menjaga jarak lima poin dari zona degradasi, namun dinamika papan bawah jelas masih jauh dari kata aman.

Malam yang kontras di dua kota itu menggambarkan lanskap Serie A saat ini: Juventus menanjak dengan mesin yang kian halus dan kolektif yang solid, sementara tim-tim papan tengah dan bawah mencari ritme untuk menjauh dari bahaya. Dengan persaingan yang padat, marjin kemenangan telak seperti yang dipetik Bianconeri berpotensi menjadi modal psikologis sekaligus matematis dalam balapan panjang menuju garis akhir.

HOT NEWS

TRENDING

Panggung Penebusan di Camp Nou: Barcelona Libas Levante 3-0, Tahta La Liga…

Mac Allister Selamatkan Liverpool, Forest Kian Terhimpit di Tepi Zona Degradasi

FIFA Siapkan ‘Hukum Prestianni’: Aturan Anti-Rasisme yang Melarang Pemain Menutupi Mulut Saat…

Brace Patrik Schick Bungkam Piraeus: Leverkusen Curi Kemenangan Bersejarah 2-0 atas Olympiacos

Laga Playoff Liga Champions : Laga Penuh Drama, Atletico Dipaksa Bermain Imbang…

Scroll to Top