Skwnews Skwslot Berita Bola Terkini

#SKWNEWS   skwslot

Panggung Penebusan di Camp Nou: Barcelona Libas Levante 3-0, Tahta La Liga Direbut Kembali

 

SKWNEWS Barcelona kembali berdiri di puncak klasemen La Liga setelah menaklukkan Levante 3-0 di Camp Nou, hasil yang menegaskan respons cepat mereka usai pekan yang bergejolak. Kekalahan 2-1 Real Madrid dari Osasuna pada Sabtu membuka celah, dan pasukan Hansi Flick memanfaatkannya dengan prima—kemenangan ini mengantar Blaugrana unggul satu poin atas rival abadinya dan mengembalikan kepercayaan diri yang sempat koyak setelah dibantai Atletico Madrid 0-4 di leg pertama semifinal Copa del Rey, lalu ditundukkan Girona 1-2 pada Senin sebelumnya.

Sejak sepak mula, pertandingan menggambarkan kontras antara efisiensi Barcelona dan kegagalan Levante dalam memaksimalkan peluang. Tim tamu, yang datang ke Catalonia dengan beban duduk di peringkat ke-19, justru menciptakan ancaman pertama pada detik-detik awal. Momen itu menjadi alarm dini bagi tuan rumah, namun alih-alih goyah, Barca merespons dengan struktur serangan yang lebih sabar. Gol perdana lahir dari rangkaian kerja sama yang rapi: Joao Cancelo, dalam kesempatan langka sebagai starter sejak datang dengan status pinjaman pada Januari, menyatu dengan Eric Garcia untuk meretas sisi pertahanan Levante. Dari aliran bola itu, Marc Bernal menuntaskannya dengan tenang dan akurat, sebuah gol yang mengubah atmosfer stadion sekaligus menegaskan betapa ia kembali siap dipercaya setelah setahun lebih bergelut dengan cedera lutut. “Saya sangat senang dengan tiga poin ini dan membantu tim dengan sebuah gol,” ucap Bernal kepada Movistar, sebelum mengungkap momen emosional selebrasinya. “Saya memikirkan ayah saya dan fisioterapis saya—dia mengatakan kepada saya bahwa saya akan mencetak gol dan dia telah banyak membantu saya dalam proses ini.” Gol ini menjadi yang kedua baginya selepas pulih, dan terasa semakin besar mengingat pengakuannya bahwa Levante sejatinya punya peluang emas di menit pertama.

Kendati unggul, Barcelona tetap memperlihatkan sisi yang ingin terus dibenahi Hansi Flick: jarak antar lini yang sesekali renggang dan transisi bertahan yang membuka ruang bagi lawan. Namun kelemahan eksekusi Levante membuat semua itu tak berujung petaka. Di depan, Robert Lewandowski memiliki kesempatan memperlebar jarak, tetapi penyelesaiannya yang memantul ke tanah justru melayang di atas mistar. Beberapa menit berselang, umpan silang Cancelo—yang aktif menusuk dari kiri dan kanan—mengarahkan bola ke jalur Lewandowski, sayangnya membentur tiang. Konsistensi bek Portugal itu pada akhirnya berbuah manis ketika pola serupa dari sisi kiri menghasilkan gol kedua: Frenkie de Jong membaca ruang, menyelinap di belakang penjagaan, dan menyentuh bola untuk menggandakan keunggulan sebelum turun minum. Dengan skor 2-0, Barcelona menutup babak pertama bukan hanya dengan margin yang menenangkan, tetapi juga dengan pernyataan bahwa sisi kiri mereka kembali produktif.

Memasuki babak kedua, Blaugrana tidak serta-merta menurunkan tempo. Eric Garcia menyia-nyiakan peluang bagus untuk mengunci laga lebih cepat, ketika sundulannya dari umpan Jules Kounde melenceng tipis. Seiring waktu berjalan, Barcelona mulai merawat keunggulan dengan sirkulasi bola yang lebih konservatif, memilih menekan pada momen-momen terpilih sambil tetap mewaspadai serangan balik. Di bangku cadangan, kabar baik datang bersama kembalinya Pedri setelah absen sebulan akibat cedera hamstring. Meski hanya tampil sebagai pengganti, kehadirannya menambah optimisme bahwa beberapa pekan krusial ke depan bisa dilalui dengan kualitas pengatur ritme yang selama ini dirindukan.

Ketika pertandingan tampak akan berakhir tanpa tambahan gol, panggung terakhir menjadi milik Fermin Lopez. Masuk sebagai pemain pengganti, gelandang muda itu melepaskan tembakan jarak jauh yang keras dan presisi, menghantam tiang sebelum bersarang di gawang—sebuah penyelesaian kelas tinggi yang merangkum superioritas teknis Barcelona pada malam itu. Fermin bahkan nyaris menambah satu lagi, tetapi Mathew Ryan bereaksi tajam dengan penyelamatan refleks yang menggagalkan perayaan keempat. Aksi sang kiper setidaknya memberi Levante secercah catatan positif pada malam yang sulit.

Bagi Levante, skor telak ini menyisakan kenyataan pahit: mereka tertinggal tujuh poin dari zona aman dan masih berjuang menemukan efektivitas di sepertiga akhir. “Di babak pertama kami memiliki beberapa peluang yang, jika kami memanfaatkannya, bisa membuat mereka ragu-ragu,” aku Carlos Alvarez, menyesalkan momen-momen kunci yang berlalu begitu saja. “Jika kami unggul dulu, siapa yang tahu apa yang bisa terjadi.” Namun La Liga enggan memberi ruang untuk penyesalan—terutama saat margin keselamatan kian menjauh dan kalender semakin menipis.

Bagi Barcelona, tiga poin ini adalah lebih dari sekadar lompatan satu strip di tabel. Ini adalah penegasan atas kedalaman skuad dan kualitas individu yang muncul pada saat paling dibutuhkan: Cancelo yang kreatif dari kedua flank, De Jong yang oportunis menembus ruang, Bernal yang menginjeksi gairah dan kisah comeback, serta Fermin yang menghadirkan solusi dari jarak jauh. Flick mungkin masih menyimpan daftar pekerjaan rumah di fase bertahan, tetapi malam di Camp Nou memperlihatkan keseimbangan baru antara keberanian menyerang dan kedisiplinan mengelola momen. Ketika persaingan dengan Madrid kembali memanas, Barca telah mengirim pesan yang jelas: goyah sesaat bukan berarti kehilangan arah.

Di pertandingan lain pada hari yang sama, Sevilla memetik kemenangan tipis 1-0 di markas Getafe, sementara Villarreal yang berada di posisi ketiga dijadwalkan menjamu Valencia kemudian. Namun sorot lampu utama tetap tertuju ke Barcelona—pemimpin klasemen sementara yang kembali menemukan ritme, mengunci detail, dan mempertegas bahwa jalur juara selalu dimulai dari kemenangan-kemenangan yang dibangun dengan kesabaran, kualitas, dan timing yang tepat.

HOT NEWS

TRENDING

Panggung Penebusan di Camp Nou: Barcelona Libas Levante 3-0, Tahta La Liga…

Mac Allister Selamatkan Liverpool, Forest Kian Terhimpit di Tepi Zona Degradasi

FIFA Siapkan ‘Hukum Prestianni’: Aturan Anti-Rasisme yang Melarang Pemain Menutupi Mulut Saat…

Brace Patrik Schick Bungkam Piraeus: Leverkusen Curi Kemenangan Bersejarah 2-0 atas Olympiacos

Laga Playoff Liga Champions : Laga Penuh Drama, Atletico Dipaksa Bermain Imbang…

Scroll to Top