Skwnews Skwslot Berita Bola Terkini

#SKWNEWS   skwslot

Meksiko Melaju Duluan: Gol Romo dan Heroisme Rangel Antar El Tri ke Babak Gugur

 

SKWNEWS Meksiko memastikan diri menjadi tim pertama yang melangkah ke babak gugur Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Korea Selatan 1-0 dalam pertandingan yang berlangsung meriah di Stadion Guadalajara, Kamis. Sebagai salah satu tuan rumah turnamen, kemenangan ini bukan sekadar memperpanjang laju positif El Tri, melainkan juga mengukuhkan mereka sebagai juara Grup A meski masih menyisakan satu laga.

Di tengah atmosfer stadion yang penuh gairah dan tekanan besar dari publik sendiri, Meksiko harus bekerja keras untuk meraih hasil tersebut. Pertandingan ini sejak awal sudah terasa penting bagi kedua tim. Masing-masing datang dengan kesadaran bahwa kemenangan akan membuka jalan menuju fase gugur lebih cepat. Dukungan suporter tuan rumah membuat tensi terasa hidup sejak menit pertama, sementara Korea Selatan datang dengan kepercayaan diri yang juga tidak kecil setelah hasil positif di pertandingan sebelumnya.

Pelatih Meksiko Javier Aguirre melakukan tiga perubahan dari tim yang pekan lalu mengalahkan Afrika Selatan 2-0 pada laga pembuka turnamen. Di kubu lawan, Hong Myung-bo hanya membuat satu perubahan, dengan sebagian besar tetap mempercayai susunan pemain yang sebelumnya bangkit dan menumbangkan Republik Ceko 2-1. Dari komposisi awal itu saja, laga sudah menjanjikan duel yang ketat, dan jalannya pertandingan memang membenarkan perkiraan tersebut.

Korea Selatan lebih dulu mengancam melalui kapten mereka, Son Heung-min, pada menit ke-15. Dalam sebuah momen berbahaya, Son berhasil melambungkan bola melewati Raul Rangel. Namun, saat ancaman gol sudah di depan mata, Edson Alvarez tampil luar biasa dengan tendangan salto di garis gawang untuk menggagalkan bola masuk. Itu menjadi salah satu adegan paling menegangkan pada babak pertama, sekaligus tanda bahwa Korea Selatan tidak datang hanya untuk bertahan.

Tidak lama setelah itu, Son kembali terlibat dalam situasi ofensif lain ketika ia dinyatakan offside. Keputusan itu terlihat sangat tipis, dan tayangan ulang menunjukkan betapa sempitnya margin dalam momen tersebut. Di sisi lain, Meksiko merespons melalui Julian Quinones, pencetak gol pembuka turnamen, yang memaksa kiper Korea Selatan Kim Seung-gyu melakukan penyelamatan bagus dari sebuah sundulan. Aksi itu membangkitkan suara penonton di stadion, seolah menjadi pengingat bahwa satu momen saja bisa mengubah arah pertandingan.

Meski begitu, sisa babak pertama lebih banyak menjadi milik Korea Selatan. Mereka menguasai bola dengan nyaman dan mampu meredam gairah tuan rumah, meskipun dominasi itu tidak benar-benar diterjemahkan menjadi peluang bersih yang berbahaya. Meksiko kesulitan menemukan ritme terbaiknya, dan suasana stadion sempat berubah ketika cemoohan terdengar dari para pendukung saat turun minum. Tekanan tidak hanya datang dari lawan, tetapi juga dari ekspektasi besar yang menyertai status mereka sebagai tuan rumah.

Memasuki babak kedua, respons Meksiko terlihat jelas. Mereka tampil dengan energi yang lebih tajam, lebih berani, dan lebih langsung menekan. Hanya lima menit setelah jeda, momentum yang mereka cari akhirnya datang. Dalam sebuah bola tinggi, Kim Seung-gyu keluar dari sarangnya untuk mengejar bola, tetapi situasinya justru berubah kacau ketika ia bertabrakan dengan rekan setimnya sendiri. Bola liar kemudian jatuh tepat ke kaki Luis Romo. Dalam kondisi gawang kosong, Romo tidak menyia-nyiakan kesempatan dan cukup menyodok bola masuk untuk memecah kebuntuan.

Gol itu langsung memantik ledakan emosi di Stadion Guadalajara. Setelah ketegangan panjang dan babak pertama yang membuat publik sempat frustrasi, Meksiko akhirnya menemukan jalan menuju keunggulan. Romo menjadi sosok penentu lewat ketenangannya memanfaatkan kesalahan lawan, tetapi gol tersebut juga lahir dari perubahan sikap Meksiko yang membuka babak kedua dengan jauh lebih agresif.

Tertinggal 0-1, Korea Selatan mencoba merespons. Hong Myung-bo membuat keputusan mengejutkan dengan menarik keluar Son Heung-min bahkan sebelum pertandingan melewati menit ke-60. Sebagai gantinya, Hwang Hee-chan dari Wolverhampton Wanderers dimasukkan untuk memberi warna baru dalam serangan. Pergantian itu menunjukkan upaya Korea Selatan mencari jalan lain untuk membongkar pertahanan Meksiko, tetapi dalam praktiknya mereka kesulitan menciptakan tekanan yang benar-benar konsisten.

Sepanjang sebagian besar sisa pertandingan, lini serang Korea Selatan tampak tidak banyak berdaya. Meksiko mampu menjaga keunggulan dengan disiplin, meski keunggulan satu gol tetap membuat laga terbuka untuk segala kemungkinan. Ketika pertandingan memasuki menit-menit akhir dan ketegangan mencapai puncaknya, Raul Rangel muncul sebagai penyelamat. Kiper Meksiko yang berasal dari Guadalajara itu melakukan penyelamatan ganda luar biasa untuk menjaga gawangnya tetap aman. Aksi tersebut menjadi penutup sempurna bagi malam penting Meksiko, karena tanpa ketangguhannya di saat genting, hasil pertandingan bisa saja berubah.

Kemenangan ini membawa Meksiko finis di puncak klasemen Grup A dan memastikan mereka tetap bermain di kandang sendiri pada babak 32 besar. Mereka dijadwalkan menghadapi tim peringkat ketiga di Mexico City, sebuah keuntungan penting yang bisa menambah dorongan dari dukungan publik tuan rumah. Sementara itu, Korea Selatan kini berada di posisi kedua dengan tiga poin, dan persaingan di bawah Meksiko masih sepenuhnya terbuka.

Republik Ceko dan Afrika Selatan sama-sama masih memiliki peluang setelah keduanya mengoleksi satu poin. Hasil imbang 1-1 antara Afrika Selatan dan Republik Ceko yang terjadi lebih awal pada hari yang sama membuat persaingan untuk tiket berikutnya tetap hidup hingga laga terakhir. Meksiko sendiri akan menghadapi Republik Ceko dalam pertandingan grup pamungkas yang sudah tidak lagi menentukan nasib mereka, sedangkan Korea Selatan akan berhadapan dengan Afrika Selatan dalam duel yang akan sangat menentukan.

Bagi Meksiko, malam di Guadalajara ini menjadi gabungan dari ketegangan, tekanan, kesalahan lawan yang dimanfaatkan dengan sempurna, dan keteguhan bertahan saat benar-benar dibutuhkan. Bagi Korea Selatan, pertandingan ini meninggalkan rasa kecewa karena sempat tampil rapi dan mampu mengendalikan tempo, tetapi gagal mengubah penguasaan bola menjadi hasil. Pada akhirnya, satu gol Luis Romo dan dua penyelamatan penting Raul Rangel sudah cukup untuk mengantar tuan rumah bersama itu menjadi tim pertama yang resmi menjejakkan kaki ke fase gugur Piala Dunia 2026.

HOT NEWS

TRENDING

Khaldoon Ungkap Guardiola Sempat Ingin Mundur Berkali-kali Sebelum Akhirnya Tinggalkan Manchester City

Liverpool Resmi Tunjuk Andoni Iraola, Harapan Baru Setelah Musim yang Mengecewakan

Lima Tahun yang Mengubah Segalanya: Marco Silva Tinggalkan Fulham, Benfica Menanti sang…

James Milner, Pemecah Rekor Liga Premier yang Melewati Segalanya, Resmi Gantung Sepatu…

Haaland Raih Sepatu Emas Ketiga, Tapi Gelar Juara Justru Lepas ke Tangan…

Scroll to Top