Skwnews Skwslot Berita Bola Terkini

#SKWNEWS   skwslot

Monumental Menanti Salam Terakhir Messi: Akhir Era Sang Pewaris Maradona

 

Skwnews – Lionel Messi bersiap mengenakan seragam biru muda-putih Argentina untuk terakhir kalinya pada Selasa dalam laga persahabatan melawan Benin di Estadio Monumental, Buenos Aires. Pertandingan tersebut diproyeksikan menjadi sebuah malam penuh emosi bagi Argentina, para penggemarnya, dan seorang pemain yang selama lebih dari dua dekade menjadi wajah utama sepak bola negeri itu. Di stadion yang namanya seolah sepadan dengan warisan sang kapten, sekitar 85.000 penonton diperkirakan hadir untuk memberikan penghormatan kepada sosok yang telah mengubah begitu banyak momen penting dalam sejarah Albiceleste.

Jutaan pendukung lainnya akan menyaksikan dari layar televisi ketika Messi menutup karier internasionalnya selama 21 tahun. Pemain berusia 39 tahun itu mengambil keputusan untuk pensiun dari tim nasional dua setengah bulan setelah Argentina kalah dari Spanyol pada final Piala Dunia. Keputusan tersebut menandai berakhirnya sebuah perjalanan panjang yang dimulai pada 2005 dan dipenuhi kemenangan besar, kekalahan menyakitkan, serta ikatan emosional yang sangat kuat antara Messi dan rakyat Argentina.

Saat mengumumkan pensiun pada Agustus, Messi menjelaskan bahwa ia merasa telah memberikan seluruh kemampuannya untuk tim nasional. Ia juga menyebut munculnya banyak pemain muda berkualitas yang layak mendapatkan kesempatan membela Argentina. Bagi Messi, keputusan ini bukan sekadar akhir dari sebuah periode, melainkan bagian dari proses regenerasi yang harus dijalani oleh tim nasional.

Pada Senin, Messi menjalani sesi latihan terakhir bersama Argentina di kompleks latihan di Ezeiza yang menggunakan namanya. Para penggemar berkumpul di sekitar lokasi untuk menyaksikan momen tersebut, sebuah pemandangan yang mencerminkan besarnya penghormatan publik terhadap sang bintang. Bagi banyak pendukung, perpisahan Messi memang terasa berat, tetapi juga dipandang sebagai momen yang layak diberikan kepada pemain yang telah mempersembahkan begitu banyak.

Cecilia Adriano, seorang pendukung Argentina berusia 52 tahun, menyampaikan bahwa Messi pantas menikmati waktu untuk dirinya sendiri setelah memberikan segalanya bagi negara. Pandangan itu mewakili perasaan banyak penggemar yang menyadari bahwa setiap era, termasuk era Messi, pada akhirnya harus ditutup dengan penghormatan yang layak.

Sebelum pertandingan melawan Benin dimulai, Universitas Buenos Aires dijadwalkan menganugerahkan gelar doktor kehormatan kepada Messi. Penghargaan tersebut akan menjadi simbol lain dari posisi istimewanya, bukan hanya sebagai atlet, tetapi juga sebagai figur nasional yang pengaruhnya melampaui lapangan sepak bola. Messi masih memiliki kontrak bersama Inter Miami hingga 2028, tetapi setelah meninggalnya sang ayah, Jorge, dua bulan sebelumnya, ia sempat menyampaikan kemungkinan untuk mengakhiri karier bermain secara keseluruhan lebih cepat dari perkiraan.

Segala persiapan dilakukan untuk membuat malam perpisahan di Monumental menjadi pantas bagi pemain yang oleh banyak orang dipandang sebagai salah satu pesepak bola terbesar sepanjang masa. Sejumlah rekan setim yang turut memenangkan Piala Dunia 2022 di Qatar dijadwalkan tampil. Cristian Romero, Alexis Mac Allister, Enzo Fernandez, Julian Alvarez, dan Lautaro Martinez termasuk di antara nama-nama yang akan menjadi tulang punggung Argentina pada masa setelah Messi.

Setelah laga, ban kapten direncanakan akan diserahkan kepada Romero. Keputusan tersebut menjadi salah satu tanda paling jelas bahwa Argentina sedang memasuki fase baru. Pelatih Lionel Scaloni menghadapi tugas besar untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh pemain dengan pengaruh teknis dan simbolis sebesar Messi. Namun, Scaloni juga memiliki alasan untuk optimistis karena generasi penerus Argentina mulai memperlihatkan kapasitasnya.

Dalam pertandingan pertama sejak final Piala Dunia, ketika Messi tidak bermain, Argentina mampu mengalahkan Bolivia 4-0 di Cordoba. Mereka kemudian kembali menunjukkan dominasi saat menghadapi Burkina Faso di Estadio Monumental. Pada laga itu, Franco Mastantuono dan Gianluca Prestianni, dua talenta muda yang dianggap menjanjikan, sama-sama mencetak gol internasional pertama mereka dalam kemenangan 7-0. Hasil-hasil tersebut memang belum dapat menggantikan kehadiran Messi, tetapi memberikan gambaran bahwa Argentina memiliki fondasi untuk membangun masa depan.

Perjalanan Messi bersama Argentina tidak selalu mulus. Sebelum mencapai puncak kejayaan, ia pernah mengalami kekalahan dari Jerman pada final Piala Dunia 2014 di Brasil dan kekalahan adu penalti dari Cile pada final Copa America 2016. Kekalahan 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia terbaru juga menutup karier internasionalnya dengan rasa pahit. Namun, justru perjalanan dengan banyak tekanan dan kegagalan itu yang membuat pencapaian Messi bersama Argentina terasa semakin berharga.

Messi meninggalkan tim nasional sebagai pemegang rekor penampilan terbanyak Argentina dengan 207 pertandingan. Ia juga menjadi pencetak gol terbanyak dengan 125 gol serta pemilik 68 assist. Angka-angka tersebut menunjukkan konsistensinya selama bertahun-tahun, tetapi warisannya tidak hanya dapat dirangkum melalui statistik. Ia membawa Argentina menjadi juara dunia junior pada 2005, juara Olimpiade pada 2008, juara Copa America pada 2021 dan 2024, serta pemenang Finalissima 2022.

Pencapaian paling penting tentu datang di Qatar pada 2022, ketika Messi membantu Argentina mengakhiri penantian 36 tahun untuk kembali menjuarai Piala Dunia. Kemenangan itu membuat rasa cinta publik terhadapnya semakin mengakar dan mengukuhkan posisinya sebagai sosok yang dianggap banyak orang sebagai pewaris sejati Diego Maradona. Jika Maradona menjadi simbol generasi sebelumnya, Messi mengisi era modern dengan ketenangan, ketekunan, dan prestasi yang akhirnya membawa Argentina kembali ke puncak dunia.

Ketika Messi pergi, pertanyaan lain mulai muncul: siapa yang akan memakai nomor punggung 10? Nomor tersebut telah begitu melekat pada dirinya dan menjadi salah satu simbol paling sakral dalam sepak bola Argentina. Scaloni mengatakan tidak akan memberikan nomor 10 kepada siapa pun selama Messi masih aktif bermain. Setelah itu, Argentina akan mempertimbangkan langkah berikutnya.

Laga melawan Benin bukan sekadar pertandingan persahabatan. Ini adalah kesempatan bagi Argentina untuk mengucapkan terima kasih kepada pemain yang telah menemani mereka dalam suka dan duka, dari air mata kekalahan hingga euforia gelar dunia. Di Monumental, Messi akan mengakhiri satu bab besar dalam kariernya, sementara Argentina mulai menulis bab berikutnya tanpa sosok yang selama ini menjadi pusat dari begitu banyak impian mereka.

HOT NEWS

TRENDING

Haaland dan Maresca Kompak Serukan Persatuan

Solanke Selamatkan Spurs di Old Trafford, Man United Gagal Menang Meski Unggul…

Manchester City Tegaskan Keyakinan Hadapi Tuduhan Keuangan yang Mengguncang

Lima Gol, Delapan Drama: Manchester City Rebut Puncak Liga Usai Menundukkan Sunderland

Villa Menang 3-2, Tottenham Kian Terbenam Meski Bangkit Terlambat

Scroll to Top