Skwnews Skwslot Berita Bola Terkini

#SKWNEWS   skwslot

Gelar Piala Afrika Jadi Sengketa Senegal–Maroko, CAS Siapkan Putusan dalam Hitungan Hari

 

Skwnews – Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) menargetkan putusan dalam beberapa hari ke depan untuk menyelesaikan sengketa gelar juara Piala Afrika antara Senegal dan Maroko. Sidang banding yang diajukan Senegal telah rampung pada Kamis, membawa persoalan yang berlarut sejak pertandingan final di Rabat pada Januari lalu semakin dekat menuju kepastian hukum.

Senegal menempuh jalur banding setelah Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) mencabut gelar juara mereka dan menetapkan Maroko sebagai pemenang. Keputusan tersebut menjadi sumber perselisihan karena Senegal sebelumnya mengalahkan tuan rumah dengan skor 1-0 melalui perpanjangan waktu. Hasil di lapangan kemudian dibatalkan melalui putusan Dewan Banding CAF yang menilai tindakan pemain Senegal meninggalkan lapangan sebagai pengunduran diri dari pertandingan.

Direktur Jenderal CAS, Matthieu Reeb, memahami bahwa penantian atas penyelesaian perkara ini telah berlangsung lama bagi para penggemar. Namun, ia menjelaskan bahwa jadwal pemeriksaan perkara mengikuti agenda prosedural yang telah disepakati pihak-pihak yang terlibat, bukan ditentukan tanpa koordinasi dengan mereka.

“Saya paham bahwa ini merupakan penantian yang panjang bagi para penggemar, mengingat sudah beberapa bulan berlalu sejak laga final antara Senegal dan Maroko,” ujar Reeb kepada wartawan.

“Jadwal dan agenda prosedural telah ditetapkan berdasarkan kesepakatan para pihak yang terlibat dalam kasus ini. Jadi, semua pihak sudah mengetahui linimasa tersebut, dan tujuan kami sebagai CAS—selaku otoritas tingkat akhir—adalah memberikan putusan yang disertai pertimbangan hukum sesegera mungkin setelah sidang hari ini,” lanjutnya.

Meski menjanjikan penyelesaian dalam waktu dekat, Reeb tidak menyebut tanggal pasti pengumuman keputusan. Ia memperkirakan panel membutuhkan beberapa hari setelah sidang untuk menuntaskan pertimbangan hukum. Dengan demikian, berakhirnya pemeriksaan perkara pada Kamis belum berarti hasil banding langsung dapat diumumkan pada hari yang sama.

“Saya memperkirakan keputusan tidak akan keluar hari ini ataupun besok, melainkan beberapa hari kemudian. Fakta-faktanya sudah jelas dan pasti, sementara pembahasan akan berfokus pada sejumlah masalah prosedural serta aspek hukum,” kata Reeb.

Sengketa tersebut berawal dari insiden menjelang berakhirnya waktu normal laga final. Senegal mendapat hukuman penalti dan kemudian meninggalkan lapangan selama 14 menit sebagai bentuk protes. Beberapa pemain bahkan kembali ke ruang ganti sebelum pertandingan akhirnya dilanjutkan. Tindakan itu kemudian menjadi persoalan utama dalam keputusan yang mengubah status pemenang turnamen.

Setelah permainan kembali berjalan, Maroko gagal memanfaatkan tendangan penalti. Pertandingan pun berlanjut ke perpanjangan waktu, ketika Senegal mencetak gol yang menentukan kemenangan 1-0. Berdasarkan hasil pertandingan tersebut, Senegal semula meraih gelar juara sebelum keputusan di tingkat banding CAF mengubah hasilnya dua bulan kemudian.

Dewan Banding CAF menyatakan Senegal dianggap mengundurkan diri dari pertandingan atau kalah karena forfeit akibat meninggalkan lapangan. Putusan itu membatalkan hasil akhir yang tercipta setelah permainan dilanjutkan dan menetapkan kemenangan 3-0 untuk Maroko. Konsekuensinya bukan hanya perubahan skor, tetapi juga pencabutan gelar Senegal dan penetapan Maroko sebagai juara.

Senegal segera menggugat keputusan tersebut melalui CAS. Banding mereka didaftarkan pada 25 Maret, sehingga persoalan penentuan juara beralih ke pemeriksaan arbitrase olahraga. Perkara ini mempertemukan hasil pertandingan yang dimenangi Senegal dengan penilaian CAF mengenai akibat hukum dari tindakan meninggalkan lapangan.

Dalam sidang pada Kamis, panel CAS mendengarkan argumen pihak-pihak yang diwakili kuasa hukum masing-masing. Pemeriksaan berlangsung secara tertutup dan telah selesai pada hari yang sama. Berdasarkan penjelasan Reeb, tahap berikutnya berfokus pada penyusunan putusan beserta pertimbangan hukumnya, terutama menyangkut persoalan prosedural dan penerapan aturan.

Panel yang menangani perkara ini dipimpin oleh pakar hukum olahraga asal Prancis, Gerald Simon. Ia didampingi profesor hukum internasional asal Italia, Luigi Fumagalli, serta Ulrich Haas, pengacara sekaligus profesor hukum Universitas Zurich yang berbasis di Hamburg. Ketiganya telah mendengarkan argumentasi para pihak sebelum menentukan hasil pemeriksaan banding.

Seusai persidangan, delegasi Maroko tidak memberikan keterangan kepada media. Sementara itu, Sekretaris Jenderal Senegal, Abdoulaye Sow, menyampaikan keyakinan pihaknya. Ia juga menekankan bahwa penyelesaian perkara harus berpijak pada penegakan hukum olahraga, bukan semata-mata pada kepentingan untuk memperoleh kembali gelar.

“Namun, yang terpenting adalah ditegakkannya hukum olahraga dan tuntasnya persoalan pertandingan ini, demi kehormatan dan demi Afrika,” ujar Sow kepada wartawan di luar lokasi sidang.

Pernyataan Senegal tersebut tidak mengubah kenyataan bahwa hasil banding masih menunggu keputusan panel. Demikian pula, tidak adanya komentar dari delegasi Maroko tidak memberikan petunjuk mengenai kesimpulan yang akan diambil CAS. Hingga putusan diumumkan, keputusan CAF yang digugat dan klaim Senegal atas kemenangan di lapangan tetap menjadi dua sisi utama sengketa ini.

Kini, perhatian tertuju pada keputusan yang dijanjikan keluar dalam hitungan hari. Putusan tersebut akan menentukan apakah banding Senegal diterima atau keputusan CAF tetap dipertahankan. Setelah berbulan-bulan diwarnai ketidakpastian, penyelesaian perkara di CAS diharapkan memberikan kejelasan mengenai gelar juara Piala Afrika yang diperebutkan Senegal dan Maroko.

HOT NEWS

TRENDING

Haaland dan Maresca Kompak Serukan Persatuan

Solanke Selamatkan Spurs di Old Trafford, Man United Gagal Menang Meski Unggul…

Manchester City Tegaskan Keyakinan Hadapi Tuduhan Keuangan yang Mengguncang

Lima Gol, Delapan Drama: Manchester City Rebut Puncak Liga Usai Menundukkan Sunderland

Villa Menang 3-2, Tottenham Kian Terbenam Meski Bangkit Terlambat

Scroll to Top