Skwnews Skwslot Berita Bola Terkini

#SKWNEWS   skwslot

Manchester City Tegaskan Keyakinan Hadapi Tuduhan Keuangan yang Mengguncang

 

Skwnews – Ketua Manchester City, Khaldoon Al Mubarak, menyatakan klub yakin dapat membuktikan diri tidak bersalah dalam perkara yang berkaitan dengan lebih dari 100 tuduhan dugaan pelanggaran aturan keuangan Liga Premier. Kabar mengenai keputusan komisi independen ramai diberitakan pada Jumat. Namun, belum ada pengumuman resmi dari Liga Premier ataupun indikasi mengenai hukuman yang mungkin dijatuhkan. Karena itu, laporan tentang keputusan tersebut belum dapat diperlakukan sebagai hasil resmi yang telah dikonfirmasi.

City, klub yang didukung pihak Abu Dhabi, senantiasa membantah keras tuduhan-tuduhan itu. Juru bicara klub menyatakan posisi mereka tidak berubah. Klub juga diketahui akan mengajukan banding jika laporan mengenai keputusan komisi terbukti benar. Sampai pengumuman resmi tersedia, kabar tersebut tetap harus dipahami sebagai laporan, sedangkan kemungkinan langkah berikutnya belum menjadi keputusan final.

Pada Sabtu, Mubarak mengeluarkan pernyataan tegas yang menegaskan keyakinannya bahwa City akan terbukti tidak bersalah. Ia sekaligus menyatakan terikat oleh aturan “kerahasiaan yang ketat”. Dalam surat terbukanya, ia mengatakan masih banyak hal yang ingin disampaikan agar semua pihak memahami alasan klub begitu yakin dengan posisinya.

“Proses di Liga Premier masih panjang, dan keyakinan serta tekad kami untuk membuktikan bahwa klub tidak bersalah sama kuatnya dengan saat masalah ini bermula,” ujar Mubarak. Ia menambahkan, “Ada begitu banyak hal yang ingin saya sampaikan kepada Anda semua agar Anda memahami mengapa kami begitu yakin dengan posisi kami.” Pernyataan itu menggambarkan sikap klub, bukan hasil penilaian independen atas pokok tuduhan.

Mubarak juga mengatakan masih banyak pihak yang ingin merusak momentum klub. “Kami tidak akan memberikan kesempatan itu kepada mereka,” ujarnya. Materi yang tersedia tidak merinci siapa yang dimaksud dalam pernyataan tersebut ataupun tindakan tertentu yang dituduhkan kepada pihak-pihak itu.

Liga Premier mengenakan tuduhan kepada City setelah penyelidikan atas dugaan pelanggaran peraturan antara 2009 dan 2018. Klub yang bermarkas di Etihad itu dituduh gagal memberikan informasi keuangan yang akurat serta rincian pembayaran kepada pemain dan pelatih. City juga dituduh melanggar aturan keberlanjutan keuangan dan gagal bekerja sama dalam proses penyelidikan. Seluruhnya merupakan tuduhan yang menjadi pokok perkara; materi yang tersedia tidak menyebut bahwa tuduhan tersebut telah terbukti melalui putusan final yang diumumkan resmi.

Kasus City dilimpahkan kepada komisi independen. Sidang dengar pendapat tertutup dimulai pada September 2024 dan berlangsung sekitar 12 minggu. Kabar terbaru mengenai proses tersebut disebut sebagai sebuah “kejutan” oleh Noel Gallagher, bintang Oasis sekaligus penggemar City. Meski menyita perhatian, materi yang tersedia menyebut belum ada pengumuman resmi Liga Premier tentang isi keputusan maupun indikasi hukuman potensial.

Jika laporan mengenai keputusan komisi terkonfirmasi dan pelanggaran terbukti, konsekuensinya dapat berdampak luas. Kemungkinan sanksi yang disebut mencakup pengurangan poin dalam jumlah besar, bahkan kemungkinan dikeluarkan dari kompetisi kasta tertinggi Inggris. Namun, semua itu masih berupa kemungkinan, bukan sanksi yang telah diumumkan. Klub-klub lain dikabarkan sedang meminta nasihat hukum mengenai potensi kompensasi; kabar itu tidak memastikan bahwa tuntutan kompensasi telah diajukan ataupun pembayaran akan diwajibkan.

Mantan ketua City, David Bernstein, mengatakan kepada Times Radio bahwa sanksi finansial saja tidak cukup dan mendesak proses banding berlangsung cepat. Pandangannya disampaikan dengan syarat bahwa klub dinyatakan bersalah setelah banding. “Saya tidak bisa memberikan pandangan mengenai hukumannya. Jika setelah proses banding mereka dinyatakan bersalah atas tuduhan-tuduhan tersebut, klub kesayangan saya akan menghadapi hukuman yang sangat berat,” ujar Bernstein, yang menjabat sebagai ketua City pada 1998 hingga 2003. Ia melanjutkan, “Yang bisa saya katakan hanyalah bahwa sanksi uang saja tidak cukup; sayangnya, harus ada tindakan yang lebih drastis daripada itu.” Itu merupakan penilaian Bernstein, bukan pengumuman sanksi resmi.

Penulis World Soccer, Henry Winter, mengatakan kepada AFP bahwa jika tuduhan terhadap City terbukti benar, klub akan dianggap bersalah melakukan “kecurangan dalam skala masif”. Menurut Winter, dalam situasi seperti ini “cara logis untuk menangani situasi yang sangat tegang dan berdampak besar ini” adalah menjatuhkan pengurangan poin dalam jumlah besar, yang secara efektif akan membuat klub terdegradasi pada musim ini. Pendapat itu bergantung pada pembuktian tuduhan dan bukan kepastian bahwa pengurangan poin akan dijatuhkan.

Winter menambahkan, “Ini adalah masalah besar. Hal ini berdampak pada ekonomi Manchester, berdampak pada isu-isu di wilayah barat laut Inggris, serta memengaruhi elemen geopolitik antara Inggris dan UEA (Uni Emirat Arab), yang pada dasarnya merupakan pemilik Manchester City.” Christian Purslow, mantan direktur pelaksana Liverpool dan kepala eksekutif Aston Villa, memperingatkan situasi bisa “lepas kendali”. “Rentetan tuntutan hukum dan ketidakpastian yang tak berujung selama empat atau lima tahun ke depan akan menjadi hal yang sangat buruk bagi dunia sepak bola,” ujarnya kepada BBC. Rentang waktu itu merupakan kekhawatiran Purslow mengenai kemungkinan ke depan, bukan kepastian durasi perkara.

Kasus ini memiliki konteks dari proses sebelumnya. Pada 2020, badan sepak bola Eropa UEFA menjatuhkan larangan tampil di kompetisi Eropa selama dua tahun serta denda kepada City karena melanggar aturan financial fair play. Larangan tersebut kemudian dibatalkan oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Perkara itu tidak dengan sendirinya menentukan hasil kasus Liga Premier yang berkenaan dengan dugaan pelanggaran pada 2009 hingga 2018.

Everton dan Nottingham Forest sama-sama dijatuhi sanksi pengurangan poin pada musim 2023/24 akibat pelanggaran tunggal terhadap aturan keuntungan dan keberlanjutan (profit and sustainability rules) Liga Premier. Kasus-kasus tersebut menjadi konteks pembahasan tentang kemungkinan konsekuensi bagi City, tetapi materi yang tersedia tidak menyatakan bahwa sanksi yang sama otomatis berlaku. Keputusan terhadap City bergantung pada prosesnya sendiri dan, jika relevan, tahapan banding.

Di bawah kepemilikan Sheikh Mansour, yang melalui Abu Dhabi United Group mengakuisisi klub pada 2008, City menjelma menjadi kekuatan dominan dalam sepak bola Inggris. Selama 15 tahun terakhir, mereka memenangkan delapan gelar Liga Premier, satu gelar Liga Champions, serta berbagai trofi lainnya. Prestasi itu menjadi latar perhatian besar terhadap perkara ini, tetapi tidak menjadi bukti bagi ataupun terhadap tuduhan yang sedang diproses.

Untuk saat ini, City menegaskan keyakinan dapat membuktikan diri tidak bersalah, sementara laporan mengenai keputusan komisi belum disertai pengumuman resmi Liga Premier maupun keterangan tentang hukuman. Jika laporan itu terkonfirmasi, proses banding dan keputusan berikutnya akan menentukan kelanjutan perkara. Sampai ada kejelasan resmi, tuduhan, kemungkinan sanksi, dan potensi konsekuensi hukum tetap harus dipahami sebagai klaim atau kemungkinan yang belum dipastikan.

HOT NEWS

TRENDING

Haaland dan Maresca Kompak Serukan Persatuan

Solanke Selamatkan Spurs di Old Trafford, Man United Gagal Menang Meski Unggul…

Manchester City Tegaskan Keyakinan Hadapi Tuduhan Keuangan yang Mengguncang

Lima Gol, Delapan Drama: Manchester City Rebut Puncak Liga Usai Menundukkan Sunderland

Villa Menang 3-2, Tottenham Kian Terbenam Meski Bangkit Terlambat

Scroll to Top